Pengertian Ilmu Tajwid, Manfaat dan Hukum Mempelajarinya

Pengertian Ilmu Tajwid, Manfaat dan Hukum Mempelajarinya

Diposting pada

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pengertian ilmu tajwid, manfaat ilmu tajwid, dalil tentang ilmu tajwid dan hukum mempelajarinya.

Sebelumnya, pernahkah kamu mendengar kata tajwid?, mungkin kata ini tidak asing lagi ya bagi kita.

Umumnya kata tajwid sering disebut-sebut pada saat pengajian atau jam pelajaran agama di sekolah atau TPA.

Pengertian Ilmu Tajwid

Pengertian ilmu tajwid adalah suatu cabang ilmu ulumul quran yang bertujuan untuk mengetahui tata cara melafalkan, membunyikan atau mengucapkan berbagai huruf baik yang terdapat pada kitab suci Al-Qur’an maupun bukan.

Didalam ilmu Qira’at (Keterampilan Membaca) tajwid mempunyai makna mengeluarkan suatu huruf dengan memberikan berbagai sifat yang dimilikinya.

Baca juga: Pengertian Bismillah dan Penjelasannya

Tajwid sendiri merupakan salah satu bagian dari ilmu Ulumul Qur’an yang penting untuk dipelajari, karena tajwid sendiri berkaitan erat dengan bagaimana seseorang dalam membaca Al-Qur’an.

Yang akan dipelajari dalam ilmu tajwid adalah seperti:

  1. Tempat keluar-masuk huruf (makharijul huruf)
  2. Cara pengucapan huruf (Shifatul Huruf)
  3. Hubungan antar huruf (Ahkamul Huruf)
  4. Panjang Pendeknya suatu bacaan (Ahkamul maddi wal qasr)
  5. Hukum memulai atau menghentikan bacaan (Ahkamul Waqaf wal Ibtida’)
  6. Al-Khat Al-Utsmani.

Didalam bahasa arab kata tajwid sendiri merupakan bentuk dasar dari masdar yang berasal dari kata (َجَوَّد) dimana kata tersebut merupakan fi’il madhi.

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah agar dapat membaca atau melafalkan Al-quran dengan bacaan yang baik dan benar sesuai sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap hurufnya, sehingga dapat memelihara kemurnian bacaan Al-Qur’an.

Hukum Mempelajari Tajwid

Para ulama (jumhur ulama) menyatakan bahwa mempelajari ilmu tajwid hukumnya adalah fardu kifayah.

Akan tetapi mengamalkan ilmu tajwid pada saat membaca Al-Qur’an hukumnya fardu ain (wajib mutlak) baik kepada laki-laki maupun perempuan.

Kenapa membaca Al-Qur’an diwajibkan sesuai dengan ilmu tajwid?, karena didalam bahasa arab sendiri perubahan atau perbedaan pelafalan satu kata saja dapat merubah arti dari ayat yang dibaca.

Baca juga: Kumpulan Materi Belajar Bahasa Arab

Contohnya pada saat kita melafalkan surat Al-Ikhlas ayat pertama, yaitu “Qul huwallahu ahad”. Jika kita melafalkannya mengunakan “Qul huwallahu ahad” maka artinya “Katakanlah, Dialah Allah, yang Maha Esa”.

Sedangkan jika kita melafalkan “Kul Huwallahu Ahad” maka artinya “ Makanlah, Dialah Allah, yang Maha Esa”.

Perbedaan yang sangat jauh bukan?, nah hal tersebut merupakan salah satu alasan kenapa wajib membaca Al-Qur’an dengan tajwid, agar tidak merubah makna atau arti dari ayat yang dibaca.

Dalil Tentang Ilmu Tajwid

  1. Dalil tentang ilmu tajwid pertama ada pada QS. Al-Muzammil surat ke 73 ayat 4, yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)” 
  2. Didalam hadist pernah diriwayatkan bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu (Istri Rosulullah) mencontohkan cara bacaan Rosulullah shallahu’alaihi wassalam dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan suatu ucapan dari huruf-hurufnya secara satu persatu.
    Ummu salamah Radhiyallahu ‘Anhu mencontohkan bacaan tersebut ketika ia ditanya tentang bagaimana bacaan shalat Rosulullah Shallahu’alaihi Wassalam.
  3. Ijma’ (kesepakatan) para ulama mulai dari zaman Rosulullah shallahu’alaihi wassalam sampai saat ini yang menyatakan wajibnya membaca Al-Qur’an dengan menggunakan tajwid sehingga dihukumi fardhu.

Manfaat Mempelajari Tajwid

Manfaat Mempelajari Tajwid
Manfaat Mempelajari Tajwid

1. Mengetahui Cara Membaca Al-Qur’an yang Baik dan Benar

Salah satu tujuan utama dari mempelajari ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an adalah untuk mengetahui cara melafalkan huruf dari tempat keluarnya (makhrajnya), cara membaca berbagai hukum bacaan, waqaf dan lain sebagainya.

2. Mampu membaca Al-Qur’an sesuai Kaidah yang Benar

Jika kita telah mempelajari ilmu tajwid dan mengetahui cara melaflkan yang baik dan benar maka kita juga akan bisa mempraktekkannya, sehingga hal tersebut akan menjadikan kualitas bacaan Al-Qur’an kita semakin baik.

3. Menjaga Lidah dari Terjadinya Kesalahan saat Membaca Al-Qur’an (Lahn)

Membaca Al-Qur’an pastinya berbeda jauh dengan membaca hadist maupun kalimat arab yang lainnya.

Kesalahan sepele dalam membaca harakat, huruf, ataupun suatu kalimat akan dapat mengubah maksa sesungguhnya dari Al-Qur’an itu sendiri.

Begitu juga halnya, kita tidak diperbolehkan mengganti salah satu kalimat yang ada di dalam Al-Qur’an dengan kalimat dalam bahasa arab yang lainnya.

Hal tersebut karena meskipun keduanya mempunyai arti yang sama, pada dasarnya setiap kalimat, huruf, harakat, dan susunan kalimat yang ada didalam Al-Qur’an jauh lebih indah dari syair-syair berbahasa arab lainnya.

Avatar
Founder and CEO pusatilmupengetahuan.com, saintek.id, layananweb.site, & buatkelas.online. Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, qothrunnadaa.com, etc...