Pengertian Isim Mu’rab dan Isim Mabni

Sebelumnya kita telah membahas seputar pengertian isim maushul, pembagian, maupun contoh dari isim maushul.

Baca juga: Isim Maushul | Pengertian, Pembagian, dan Contoh

Pada kesempatan ini kita akan membahas seputar pengertian isim mu’rab dan isim mabni.

Pengertian Isim Mu’rab

Isim mu’rob adalah suatu jenis isim yang bisa berubah keadaan akhirnya yang disebabkan oleh adanya perbedaan letak (posisi) pada suatu kalimat.

Jadi, suatu isim dapat dikatakan sebagai isim mu’rab apabila ia mengalami perubahan keadaan akhirnya hanya karena adanya perpindahan letak (posisi) dalam suatu kalimat.

Perbedaan letak (posisi) pada suatu kalimat bisa menyebabkan adanya perubahan keadaan akhir pada suatu kata. Perubahan keadaan akhir pada kata tersebut dapat berupa perubahan harakat.

Contoh isim mu’rab:

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
Buku itu baruالْكِتَابُ جَدِيْدٌ
Aku membaca buku ituقَرَأْتُ الكِتَاب
Di dalam buku itu terdapat kisah-kisahفِي الكِتَابِ قِِصَصٌ
Contoh Isim Mu’rab

Perhatikan contoh diatas pada kata الْكِتَابُ, jika kita menela’ah kata الْكِتَابُ tersebut pada kalimat pertama maka kita dapat menemukan bahwa ia berharakat dhommah.

Sedangkan kata الْكِتَابُ pada kalimat yang kedua yaitu kalimat “قَرَأْتُ الكِتَاب” maka kita akan menemukan bahwa ia berharakat fathah.

Pada kalimat yang ketiga yaitu “فِي الكِتَابِ قِِصَصٌ”, maka kita akan menemukan bahwa kata الْكِتَابُ disini berharakat kasroh.

Pada kata الْكِتَابُ di contoh yang pertama diatas diletakkan diawal suatu kalimat, kemudian kata الْكِتَابُ pada kalimat kedua diletakkan di akhir, sedangkan kata الْكِتَابُ pada contoh kalimat ketiga diletakkan di tengah (setelah huruf jar).

Karena adanya perbedaan letak huruf tersebut pada kalimatnya, maka kata الْكِتَابُ memiliki keadaan akhir yang berbeda sesuai dengan posisinya masing-masing.

Sehingga isim-isim yang dapat mengalami perubahan akhir sebagaimana pada contoh diatas dinamakan dengan isim mu’rab. Sedangkan perubahan akhir pada suatu kata tersebut disebut dengan i’rab.

Pembagian I’rab Isim

Pembagian Isim Mu’rab

1. Isim Marfu’

Isim marfu’ adalah suatu isim yang umumnya pada keadaan akhirnya ditandai dengan adanya harokat dhommah. Sehingga isim marfu’ merupakan suatu isim yang mengalami i’rab rafa’. Dhommah pada isim ini sendiri merupakan ciri pokoknya.
Contoh:

مُحَمَّدٌ – أُسْتَاذٌ – طَالِبٌ

2. Isim Manshub

Isim manshub adalah suatu jenis isim yang umumnya pada keadaan akhirnya ditandai dengan adanya harokat fathah. Sehingga isim manshub merupakan suatu isim yang mengalami i’rab nashob.
Contoh:

مُحَمَّدًا – أُسْتَاذًا – طَالِبًـا

3. Isim Majrur

Isim majrur adalah suatu jenis isim yang umumnya pada keadaan akhirnya ditandai dengan adanya harokat kasroh. Sehingga isim majrur merupakan suatu isim yang mengalami i’rab jar.

Contoh:

مُحَمَّدٍ – أُسْتَاذٍ – طَالِبٍ

Pengertian Isim Mabni

Isim Mabni adalah suatu jenis kata benda yang memiliki tanda harokat huruf terakhirnya tidak dapat berubah meskipun pada kalimatnya sendiri mengalami adanya perubahan.

Sehingga isim mabni disini tidak akan merasakan adanya perubahan pada akhir katanya, sekalipun amil (kata kerja) yang memasukinya berbeda-beda.

Sebagaimana pada jenis isim yang sebelumnya telah kita bahas yaitu isim muttashil maupun isim munfashil.

Baca juga: Pengertian Isim Maushul

Yang termasuk kedalam isim mabni misalnya isim dhomir, isim isyarah, isim maushul dan lain sebagianya.

Baca juga:

  1. Pengertian Dhomir (Kata Ganti Orang)
  2. Pengertian Isim Isyarah

Contoh Isim Mabni:

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
Ini ( mudzakkar/laki-laki )هَذَا
Dia (Seorang laki-laki)هُوَ
Kamu (Seorang laki-laki)أَنْتَ

Catatan:

1. Dhommah adalah ciri pokok isim marfu’, fathah sendiri merupakan ciri pokok isim manshub, dan kasroh juga merupakan ciri pokok isim majrur.
2. Ada beberapa kelompok isim yang pada perubahan keadaan akhirnya tidak ditandai dengan adanya perubahan harokat, akan tetapi ditandai dengan perubahan huruf.

Demikian penjelasan mengenai isim mu’rab dan isim mabni, semoga menambah wawasan pengetahuan kita, barakallah fiikum..

Bagikan Artikel melalui :