Pengertian Kalam dan Pembagiannya dalam Ilmu Nahwu

Setiap dari kita yang hendak mempelajari Bahasa Arab khususnya cabang ilmunya yaitu nahwu, pastinya pernah mendengar istilah kalam, pada kesempatan ini kita akan membahas pengertian kalam, pembagian  kalam, syarat-syarat kalam, dan contoh-contoh kalam.

Pengertian Kalam

اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ

Artinya, Kalam adalah suatu ucapan atau lafadz tersusun yang diucapkan secara sadar oleh pembicara kepada pendengar (yang diajak bicara) sehingga si pendengar (yang diajak bicara) dapat memahami tujuan dari lafadz tersebut.

Maksudnya, kalam merupakan susunan beberapa lafadz yang terbentuk secara tersusun dan mempunyai makna, pengucapan atau pembuatan lafadz pada kalam sendiri dilakukan secara sadar oleh pembicara atau pembuat lafadz.

Baca juga: Pengertian Kalimah (الْكَلِمَةُ) dalam Ilmu Nahwu

Sehingga syarat dari kalam adalah ucapan/lafadz, tersusun, bermakna (mempunyai makna), dan dibuat atau di ucapkan oleh si pembicara atau penulis secara sadar.

Kalam sendiri diucapkan atau dilafadzkan, yaitu suara yang melengkapi atas sebagian dari huruf hijaiyah dalam bahasa arab. Atau secara kadah yaitu: “Suara yang melengkapi atas sebagian huruf hijaiyah”

Kalam disusun dengan menggunakan minimal dua kalimat dan dan boleh disusun dengan dua, tiga, dan jumlah kalimat yang lebih banyak.

Kalam harus dapat memberikan faidah atau manfaat secara sempurna, sehingga si pembicara berbicara atau memberikan kalimat kepada pendengar secara jelas. Pada saat si pembicara memberikan kalimat maka si pendegar disarankan untuk diam dan mendengarkan.

Syarat-Syarat Kalam

Secara umum berdasrkan kaidah yang tertuang di beberapa kitab nahwu karangan para ulama, maka terdapat kurang lebih ada 4 syarat kalam, yaitu:

  1. Berbahasa Arab
  2. Diucapkan atau di lafadzkan
  3. Disusun
  4. Difahami

Pembagian Kalam

pembagian kalam
pembagian kalam

Kalam dapat dibagi menjadi tiga yaitu: isim, fi’il dan harfun, berikut penjelasan mengenai pembagian kalam dalam Bahasa Arab yaitu:

1. Isim

Isim adalah setiap kata yang menujukkan kepada jenis benda, baik berupa nama benda, nama orang, gelar, kota, Negara, binatang dan sebagianya.

Baca: Ciri-Ciri Isim dan Fi’il

Ciri-Ciri Isim

  1. Bertanwin (mempunyai harokat tanwin)
  2. Dimasuki oleh alif-lam
  3. Berharakat Kasroh (Khafadh)

Contoh-Contoh Isim

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
 Pintu بَاب 
 Rumah بَيْت
 Muhammadمُحَمَّدٌ 
 Sekolah مَدْرَسَةٌ
Contoh-Contoh Isim

2. Fi’il

Fi’il adalah setiap kata dalam Bahasa Arab yang menujukkan suatu pekerjaan pada waktu tertentu, misalnya lampau, sekaang dan akan datang.

Baca: Pengertian Fi’il dan Pembagian Fi’il Berdasarkan Waktu Terjadinya

Didalam Bahasa Arab sendiri fi;il dikenal dengan kata kerja, akan tetapi pengertian fi’il dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab berbeda karena terdapat sedikit perbedaan antara keduanya.

Ciri-Ciri Fi’il

  1. Terdapat Huruf Alif di Awal kata
  2. Huruf nun diawal kata
  3. Huruf ya’ diawal kata
  4. Huruf ta’ diawal kata

Contoh Fi’il

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
Dia telah menulisكَـتَـبَ
Dia telah membacaقَــرَأَ
Dia telah berbicaraقَالَ 
Contoh Fi’il

3. Harfun

Huruf dalam bahasa arab adalah suatu kata yang menujukkan kepada suatu arti tertentu apabila kata tersebut disandingkan dengan kata yang lainnya.

Huruf harus disandingkan dengan kata yang lainnya sehingga membentuk kalimat agar dapat dipahami dan dimengerti maksudnya.

Contoh-Contoh Harfun

Bahasa ArabBahasa Indonesia
مِنْDari
اِلىَKe
عَنْDari
عَلىَDiatas
فِيDi dalam
رُبَّBanyak atau sedikit
بِDengan
كَSeperti
لِKepunyaan (milik)
Contoh Huruf dalam Ilmu Nahwu

Demikian penjelasan mengenai pengertian kalam dan pembagiannya dalam ilmu nahwu. Semoga dapat bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :