Pengertian Nilai dan Norma

Pengertian Nilai dan Norma Lengkap dan Mudah

Diposting pada

Pengertian Nilai Dan Norma Lengkap dan Kumpulan Definisi Menurut Para Ahli – Berikut penjelasan lengkapnya:

Pengertian Nilai

Nilai adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat yang dicita-citakan. Norma dianggap penting oleh masyarakat dan sesuatu dikatakan memiliki nilai jika sesuatu tersebut mempunyai kegunaan, kebenaran, keindahan, kebaikan, serta religiositas.

Nilai dapat terlaksana dengan dibentuknya norma. Norma adalah sebuah ketentuan yang didalamnya berisi tentang perintah serta larangan yang dilengkapi dengan adanya sanksi sebagai peringatan.

Norma sendiri dianggap sebagai tolak ukur untuk mengetahui benar maupun salahnya suatu sikap atau tindakan manusia.

Nilai sendiri merupakan sesuatu yang abstrak, artinya adalah bahwa sulit sebenarnya menjelaskan secara pasti tentang nilai itu sendiri. Walaupun seperti itu nilai tetap menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat.

Pada dasarnya nilai pada masyarakat sendiri dibuat demi kemaslahatan kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Pembagian Nilai dalam Kehidupan Sehari-Hari

pengertian norma

1. Nilai Material

Nilai material adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi jasmani setiap manusia. Nilai ini meliputi berbagai konsepsi tentang berbagia hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia.

Salah satu contoh dari nilai material ini sendiri adalah sandang (pakaian) dan pangan (makanan).

2. Nilai Vital

Nilai vital adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia untuk dapat melakukan aktivitas tertentu dalam hidupnya.

Nilai ini meliputi segala konsepsi yang berkaitan dengan berbagai hal yang bermanfaat bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas hidupnya.

Salah satu contoh dari nilai vital ini sendiri adalah ‘buku pelajaran’ yang bermanfaat bagi siswa untuk dapat belajar.

3. Nilai Rohani

Nilai rohani adalah segala sesuatu yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan rohani seseorang.

Nilai rohani sendiri meliputi segala konsepsi yang berkaitan dengan berbagai sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani setiap manusia. Salah satu contoh dari nilai kerohanian sendiri adalah beribadah.

Pembagian Nilai Rohani
  1. Nilai kebenaran dan nilai empiris yaitu nilai yang berasal dari adanya proses berfikir oleh akal manusia.
  2. Nilai keindahan, yaitu nilai yang berasal dari unsur rasa pada manusia.
  3. Nilai moral, yaitu sebuah nilai yang berasal dari adanya karsa dan etika.
  4. Nilai religius, yaitu sebuah nilai yang didalamnya berisi keyakinan terhadap Allah yang maha esa.

Ciri-Ciri Nilai

  1. Tidak bawaan dari lahir, melainkan disebarkan oleh masyarakat
  2. Proses terbentuknya melalui sosialisasi
  3. Adanya konstruksi pada masyarakat hasil dari interaksi
  4. Kebudayaannya bervariasi antara satu dengan lainnya
  5. Dapat berpengaruh terhadap pengembangan diri seseorang
  6. Termasuk dalam upaya pemenuhan kepuasan serta kebutuhan sosial umat manusia
  7. Pengaruhnya berbeda-beda dalama masyarakat
  8. Umunya cenderung berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Fungsi Nilai

  1. Memberikan arahan kepada masyarakat agar dapat memenuhi nilai baik yang berlaku.
  2. Sebagai alat solidaritas maupun pendorong bagi masyarakat untuk dapat saling bekerja sama.
  3. Sebagai alat untuk dapat menentukan harga sosial individu maupun masyarakat tertentu.
  4. Sebagai pendorong maupun penekan suatu individu untuk berbuat baik.
  5. Sebagai pengawas setiap individu agar dapat berbuat baik.
  6. Sebagai pembatas bagi setiap individu untuk hanya melakukan hal-hal yang dapat mendatangkan manfaat bukan hal-hal yang merugikan.
  7. Sebagai motivasi bagi manusia untuk dapat mewujudkan perilaku yang ada pada dirinya agar sesuai dengan peranannya masing-masing.
  8. Memberi semangat bagi setiap individu agar menjalankan nilai-nilai yang berlaku di masyakarat.

Pengertian Norma Sosial

Norma sosial adalah sebuah kebiasaan umum yang menjadi suatu patokan pada perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu maupun batasan wilayah-wilayah tertentu.

Pembagian Norma Sosial

1. Usage (Cara)

Cara dalam norma sosial adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan suatu perbuatan tertentu.

Contoh dari cara pada norma sosial adalah cara perpakaian, cara makan, cara berjalan dan lain sebagainya.

2. Folkways (Kebiasaan)

Folkways adalah suatu kebiasaan yang berbentuk suatu perbuatan sadar yang diulang-ulang dan memiliki tujuan yang jelas serta dianggap sebagai perbuatan yang baik dan benar.

3. Mores (Kelakuan)

Mores adalah tata kelakuan atau segala perbuatan yang dapat mencerminkan berbagai sifat hidup pada sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar dengan tujuan untuk melaksanakan pengawasan bagi sekelompok masyarakat terhadap berbagai anggotanya. 

Fungsi Mores
  1. Untuk memberikan batasan pada setiap individu untuk berperilaku
  2. Mendorong setiap individu untuk dapat mampu menyesuaikan tata kelakuan yang berlaku dengan tindakannya
  3. Untuk membentuk suatu solidaritas bagi individu
  4. Memberikan sebuah perlindungan bagi keutuhan serta kerjasama antara anggota-anggota yang bergaul dalam suatu kelompok masyarakat.

4. Custom (Adat-Istiadat)

Custom adalah adat-istiadat atau sekumpulan tata kelakuan yang memiliki kedudukan paling tinggi, karena sifatnya yang kekal dan terintegrasi kuat dalam kehidupan masyarakat yang memiliki adat tersebut.

Macam-Macam Norma Sosial

1. Norma Agama

Norma agama adalah suatu peraturan sosial yang bersifat mutlak dan tidak bisdapat ditawar menawar lagi karena berasal dari Tuhan.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah sebuah aturan sosial yang berasal dari hati nurani yang kemudian menghasilkan akhlak pada diri setiap individu.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah suatu peraturan sosial yang bertujuan untuk mengatur setiap individu agar dapat bertingkah laku yang dianggap wajar bagi masyarakat.

Baca juga: Pengertian Interaksi Sosial

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah sebuah aturan sosial yang dibuat oleh badan lembaga tertentu. Norma hukum ini sendiri memiliki sanksi atau hukuman yang cukup tegas bagi pelanggarnya.

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah suatu proses dimana suatu individu mempelajari berbagai cara hidup, norma maupun nilai-nilai yang ada pada kelompoknya.

Pada dasarnya sosialisasi terjadi secara terus-menerus seumur hidup. Tujuan dari adanya sosialisasi adalah agar suatu individu dapat berkembang biak dengan baik sehingga menjadi pribadi yang dapat diterima oleh kelompoknya. Karena itu pentingnya bagi setiap individu untuk mempelajari tentang nilai dan norma yang berlaku.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial atau tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya manusia lainnya. Karena dalam memenuhi kebutuhannya manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain yang membuat ia harus selalu berinteraksi dengan orang lain.

Interaksi sosial adalah interaksi manusia yang terjadi baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Pengertian Sosialisasi menurut Para Ahli

1. B.J.Cohen

Menurut B.J.Cohen sosialisasi adalah berbagai proses yang dilakukan oleh manusia untuk mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat.

Tujuan dari sosialisasi adalah untuk dapat memperoleh suatu kepribadian yang baik dan membangun kapasitas dirinya agar dapat berfungsi dengan baik sebagai anggota suatu kelompok maupun suatu individu tertentu.

2. Peter Berger

Menurut Peter Berger sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang anak akan belajar bagaimana menjadi seorang anggota yang dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

3. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto sosialisasi adalah suatu proses sosial sebagai tempat bagi suatu individu untuk mendapatkan pembentukan sikap dengan tujuan agar dapat berperilaku yang sesuai dengan perilaku berbagai anggota dalam kelompoknya tersebut.

Tujuan Sosialisasi

  1. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada setiap individu secara efektif dan efisien.
  2. Membantu pengendalian berbagai fungsi organik yang dipelajari melalui adanya latihan mawas diri yang tepat.
  3. Memberikan masyarakat pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal dalam bermasyarakat.
  4. Sebagai latihan bagi individu agar dapat membiasakan berbagai nilai dan kepercayaan pokok yang ada didalam masyarakat.

Media Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

1. Keluarga (Kinship)

Keluarga adalah faktor pertama dalam pembentukan kepribadian seseorang sehingga ia termasuk dalam media pertama kepribadian seseorang terbentuk.

Pemimpin dari media sosialisasi keluarga adalah orang tua. Berikut beberapa peran orang tua pada keluarga:

  1. Senantiasa dekat dengan anak-anaknya.
  2. Memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya agar memilki akhlak terpuji.
  3. Memberikan berbagai pengawasan dan pengendalian dengan wajar.
  4. Membimbing anak agar dapat membedakan antara benar dan salah atau baik dan buruknya sesuatu hal.
  5. Sebagai penasehat anak apabila melakukan kesalahan.
  6. Mengarahkan anak dari kesalahannya menuju ke jalan yang benar.

Pembagian Pola Sosialisasi dalam Keluarga

 1. Represif (repressive socialization)

Represif pada sosialisasi adalah suatu pola untuk menekankan ketaatan anak kepada orang tuanya. Berikut tindakan yang dapat dilakukan sebagai bentuk represif dalam keluarga:

  1. Memberikan hukuman maupun imbalan secara materi
  2. Memberikan hukuman pada perilaku yang keliru
  3. Komunikasi sebagai perintah
  4. Orang tua berpusat sebagai sosialisasi
  5. Anak memperhatikan berbagai keinginan orang tua
  6. Komunikasi nonverbal
  7. Keluarga sebagai significant order (dominasi orang tua)
2. Sosialisasi Partisipasi (participatory socialization)

Sosialisasi partisipasi adalah suatu pola perbuatan dalam Keluarga yang mengutamakan adanya partisipasi dari anak. Sosialisasi partisipasi dapat berbentuk:

  1. Hukuman dan imbalan sebagai simbolis
  2. Otonomi pada anak
  3. Memberikan imbalan bagi perilaku baik yang dilakukan anak
  4. Komunikasi sebagai interaksi
  5. Anak berpusat sebagai sosialisasi
  6. Komunikasi verbal
  7. Keluarga adalah generalized order (kerjasama ke arah tujuan)
  8. Orang tua memperhatikan keinginan anaknya.

2. Sekolah

Sekolah merupakan salah satu media sosialisasi yang mendasar setelah media keluarga. Hal tersebut karena di sekolah terjadi proses pembelajaran secara sistematis terhadap setiap individu.

Aspek  yang dipelajari di sekolah selain belajar membaca, menulis serta berhitung adalah berbagai aturan yang berhubungan dengan kemandirian (independence), universalisme, prestasi (achievement), dan kekhasan individu (specifikasy).

3. Teman Sepermainan

Teman sepermainan adalah kumpulan individu yang memiliki umur yang relatif sama atau jika berbeda tidak jauh atau sebaya dan saling berteman.

Pada usia remaja teman sepermainan ini dapat berkembang menjadi kelompok persahabatan yang jauh lebih luas lagi. 

Berikut beberapa peranan positif kelompok persahabatan untuk perkembangan kepribadian anak:

  1. Adanya rasa aman dan dianggap penting dalam suatu kelompok tertentu
  2. Menumbuhkan perkembangan kemandirian pada remaja dengan baik dalam kelompok persahabatan
  3. Mendorong para remaja untuk dapat bersikap dewasa dengan adanya pola perilaku dan kaidah – kaidah tertentu dalam persahabatan.
  4. Sebagai tempat penyaluran rasa kecewa,khawatir, takut, gembira dan lain sebagainya bagi anak yang tidak didapat dirumah
  5. Mengembangkan keterampilan sosial untuk masa depan anak

3. Lingkungan Kerja

Selain teman sepermainan, lingkungan kerja juga memiliki pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian suatu individu.

Pada umumnya pengaruh dari lingkungan kerja tersebut tersimpan dalam diri seseorang dan bersifat sukar untuk dirubah apabila suatu individu tersebut telah lama bekerja di lingkungan tempat kerjanya.

5. Media Massa

Media massa juga dapat mempengaruhi kepribadian suatu individu. Cara media masa untuk mempengaruhi kepribadian individu adala dengan melalui pesan yang disampaikan oleh media massa tersebut.

Media masa sendiri terbagi menjadi 2, yaitu: media cetak (surat kabar, tabloid, dan majalah) serta media elektronika ( TV, internet, film dan radio).

Media TV merupakan media yang paling efektif dalam penyampaian sebuah pesan, hal tersebut terjadi karena media tersebut hampir dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat.

Penyampaian pesan melalui media TV dengan melalui tayangan visual (bisa dilihat) dan didengar. Tayangan TV sendiri acap kali dijadikan sebagai acuan perilaku maupun gaya hidup bagi penontonya.

Hubungan antara Sosialisasi dengan Kepribadian

Kepribadian merupakan hasil dari sosialisasi dan enkulturisasi. Kepribadian dan sosialiasi tidak dapat dipisahkan karena sosialisasi merupakan proses sosial yang didapatkan suatu individu sejak ia masih kecil.

Sosialisasi sendiri bertujuan untuk membentuk sikap dan kepribadian suatu individu dalam berperilaku. Sehingga individu tersebut dapat diterima oleh kelompoknya karena sesuai dengan etika prilaku kelompoknya.

Singkatnya, kepribadian adalah suatu corak tingkah laku sosial suatu individu. Corak tingkah laku tersebut meliputi corak kekuatan, keinginan, dorongan, opini maupun sikap yang melekat pada seseorang saat menaggapi suatu keadaan atau yang berhubungan dengan orang lain.

Berdasarkan kacamata ilmu psikologi kepribadian pada manusia umumnya terbagi menjadi 3, yaitu kepribadian introvert, kepribadian extrovert, dan kepribadian ambivert.

Baca juga: Pengertian Kepribadian Introvert, Extrovert, dan Ambivert

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian

1. Faktor Biologis

Faktor pertama yang dapat mempengaruhi kepribadian suatu individu adalah faktor biologis, hal tersebut karena setiap individu pada dasarnya memilki beberapa kecenderungan berdasarkan biologisnya.

Sehingga faktor biologis tersebut mampu mempengaruhi kepribdian seseorang. Salah satu contoh dari faktor biologis adalah IQ, ambisi, dan ketekunan.

2. Faktor geografis (Faktor Lingkungan Fisik)

Faktor geografis juga memiliki pengaruh besar bagi kepribadian seseorang. Hal tersebut karena umumnya setiap orang terkadang ingin agar dirinya seperti apa yang ia lihat.

Sehingga ketika suatu individu berada pada lingkungan tertentu, tidak menutup kemungkinan kepribadiannya pun akan mengikuti lingkungannya.

Misalnya suatu individu tinggal di pegunungan maka umumnya individu tersebut memiliki kepribadian yang berhubungan dengan pegunungan.

3. Faktor Kebudayaan Khusus

Faktor kebudayaan khusus ini meliputi: status sosial,profesi, pekerjaan, maupun agama.

Sehingga seseorang yang hidup pada kebudayaan tertentu biasanya kepribadiannya identik dengan kebudayaan tersebut.

Misalnya seseorang yang tinggal di lingkungan pesantren maka umumnya seseorang tersebut memiliki kepribadian luhur berdasarkan nlai-nilai yang ada di pesantren, begitupula dengan lingkungan perkotaan maka seseorang yang hidup disana umumnya kepribadiannya erat dengan lingkungannya.

4. Faktor Pengalaman

Faktor ini juga berpengaruh besar pada kepribadian seseorang. Ada sebagian orang yang kepribadiannya terbentuk karena adanya pengalaman yang ia alami atau pernah menimpa dirinya. Sehingga terbentuklah sebuah kepribadian akibat pengalaman tersebut.

Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com