Pengertian Novel : Struktur, Ciri, Unsur, dan Jenisnya

Diposting pada

Ada banyak sekali orang yang menyukai novel bahkan mengoleksinya. Apakah Anda juga termasuk penggemar karya sastra ini?, Yuk kita bahas pengertian novel.

Biasanya novel menceritakan atau menggambarkan kisah seorang tokoh yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Jalan cerita yang tidak biasa dan karakter tokoh yang menarik biasanya menjadi alasan mengapa sebuah novel sangat digemari.

Selain itu gaya bahasa penulis dan genre sebuah novel juga turut mempengaruhi popularitas sebuah novel. Dari waktu ke waktu novel juga telah menjadi bagian penting dari perjalanan perkembangan sastra dunia.

Beberapa karya dapat menghibur pembacanya, beberapa yang lain justru mampu menggerakkan semangat bahkan dapat membut pembacanya menangis tersedu-sedu. Ikut larut dalam penderitaan dan kesedihan yang dialami oleh sang tokoh.

Pengertian Novel

Gambar Ilustrasi Novel

Novel adalah jenis karya sastra yang berisi mengenai cerita kehidupan atau pengalaman seseorang dan memiliki alur cerita yang panjang.

Asal kata novel sendiri yaitu “novella”.  Kata ini dari bahasa Italia dengan arti ‘sebuah cerita’. Sehingga dapat disimpulkan bahwa novel merupakan sebuah karangan prosa panjang yang menguraikan jalinan cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya.

Baca Juga: Pengertian Karya Sastra

Selain itu karya sastra ini juga memaparkan watak karakter semua tokoh yang terlibat di dalamnya. Semetara itu orang yang berprofesi sebagai penulis novel disebut juga novelis.

Salah satu yang membedakan novel dengan karya sastra lainnya yaitu esensi dalam novel lebih panjang dan juga lebih kompleks. Apalagi novel juga tidak memiliki keterbatasan struktural seperti halnya sajak. Untuk lebih jelasnya simak uraian lengkapnya berikut ini.

Ciri-Ciri Novel

Setelah Anda mengerti apa itu novel, maka Anda juga perlu mengetahui apa saja yag menjadi ciri-ciri dari novel berikut ini:

1. Gaya Narasi Menyesuaikan Suasana

Adapun ciri-ciri novel pada umumnya yaitu ditulis dengan gaya narasi yang sering mengilustrasikan suasana yang ada, dimana penulis akan memadupadankannya dengan deskripsi tertentu.

Hal ini bertujuan agar si pembaca dibuat seolah-olah merasakan suasana yang diceritakan didalam novel.

2. Bersifat Realistis

Selain itu juga novel biasanya bersifat realistis artinya novel menjadi perwujudan respon dari sang pengarang terhadap situasi dan kondisi lingkungannya.

Sehingga dalam pembuatannya diharuskan untuk memberikan kesan realistis terhadap alur ceritanya. Hal tersebut bertujuan agar si pembaca dapat benar-benar merasakan apa yang terdapat pada isi alur ceritanya.

3. Memiliki Alur Cerita yang Panjang

Pada umumnya suatu karya sastra berbentuk cerita dapat dikatakan sebagai novel apabila terdiri dari 400 halaman atau lebih dari 35.000 kata.

Kenapa harus dibuat begitu panjang? karena hal inilah yang menjadi pembeda antara cerita novel dengan cerpen.

Tujuan panjangnya cerita pada novel adalah agar si pembaca dapat benar-benar mengetahui kehidupan atau pengalaman si tokoh. Alhasil, alur cerita yang panjang merupakan salah satu ciri-ciri dari novel.

4. Alur Ceritanya Kompleks

Jika diruntut dari pengertian novel yang telah dijelaskan di atas, maka novel juga memiliki alur cerita yang cukup rumit dan kompleks.

Dimana didalamnya menceritakan kehidupan si tokoh secara detail dan lengkap sehingga alurnya menjadi kompleks.

Hal ini bertujuan agar si pembaca benar-benar faham mengenai berbagai hal yang dialami oleh si tokoh dalam novel.

Namun, ciri-ciri novel modern ini ternyata sangat berbeda dengan novel angkatan 20-an dan 30-an. Diantaranya memiliki tema tentang masalah adat dan perjodohan paksa. Dahulu, umumnya novel ditulis untuk mengkritik adat yang dianggap terlalu mengekang.

Disamping itu, tokoh utamaya biasanya diceritakan dari usia belia hingga akhirnya meninggal dunia. Terkadang novel tahun 20-an dan 30-an juga memiliki bahasa yang kaku dan statis meski di sisi lain gaya bahasa yang digunakan juga ramah atau santun.

Kebanyakan novel tersebut juga mendesripsikan konflik akibat pertentangan dalam pemilihan nilai sebuah kehidupan

Selain mengetahui pengertian novel, Anda juga harus memahami susunan paragraf pada sebuah novel.  Sebagai bagian dari prosa, novel memiliki susunan paragraf yang bebas. Kalimat-kalimatnya dirangkai dalam bentuk yang tidak terbatas oleh aturan sepeti puisi. Rangkaian kalimatnya tidak harus dijelmakan sebagai bait-bait atau baris-baris sajak.

Gaya Bahasa Dan Tata Kalimat Novel

Seperti yang diketahui bersama, tata bahasa dalam setiap novel berbeda satu sama lainnya.

1. Ragam Bentuk Bahasa

Tahukah Anda bahwa hal tersebut dikarenakan keberadaan ragam bentuk bahasa yang dimiliki sebuah novel tidak pernah akan sama dengan novel lainnya.

Bentuk bahasa inilah yang membuat tata bahasa ataupun preferensi penggunaan diksi tertentu dalam suatu novel sangat subjektif. Munculnya sifat subjektif ini akibat adanya ciri khas dari pribadi masing-masing penulis.

2. Kalimat Disusun Secara Fleksibel

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dalam pengertian novel, padu kalimatnya disusun dengan fleksibel.

Satu novel dapat disusun hanya dari kalimat tidak langsung, seperti monolog. Suatu novel juga bisa disusun dari gabungan kalimat tidak langsung dan kalimat langsung.

Pada umumnya, novel terdiri atas kalimat tidak langsung sekaligus kalimat langsung. Setiap kalimat selalu berhubungan dengan kalimat lain sehingga menciptakan kepaduan cerita.

3. Penyesuaian Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang dipakai dalam novel tentunya harus menyesuaikan dengan tema. Misalnya saja gaya bahasa novel anak pastunya berbeda dengan novel remaja, demikiannya gaya bahasa novel sejarah juga pastinya berbeda dengan novel komedi yang lebih santai.

Penyesuaian tersebut berguna untuk membangun latar dan penokohan. Dalam novel, sebenarnya diperbolehkan untuk menggunakan kata tidak baku.

Misalnya, dalam kalimat tidak langsung yang mengandung ragam bahasa lisan atau bahasa percakapan. Setelah mengetahui pengertian novel tadi, Kamu juga harus mengetahui bahwa meskipun diperbolehkan menggunakan kata tidak baku, tetapi dalam segi penulisan, tata kalimat dalam novel tetap harus disesuaikan dengan PEUBI. Misalnya, dalam pemakaian huruf kapital, huruf miring, tanda baca, kutipan, dan sebagainya.

4. Pemilihan Kosa Kata

Disamping itu ada juga penggunaan kosakata tertentu dalam sebuah novel. Contohnya kosakata denotatif yang diaplikasikan untuk mendeskripsikan keadaan yang sesungguhnya.

Sementara untuk kosakata konotatif digunakan untuk kiasan. Inilah mengapa, pada sebuah novel acap kali ditemui berbagai jenis idiom, ungkapan dan majas.

Unsur-Unsur Dalam Novel

Di samping mengetahui pengertian novel, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui unsur-unsur pembentuk novel.

Terdapat dua unsur dalam sebuah novel yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah bagian yang terletak didalam dan ikut serta membangun cerita novel.

Biasanya terdiri dari tema atau gagasan umum, alur atau jalannya cerita, tokoh dan penokohan, latar, sudut pAndang, gaya bahasa dan amanat atau pesan moral.

2. Unsur Ekstrinsik

Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan kebalikan dari unsur instrinsik yaitu unsur yang berada diluar karya sastra dimana akan mempengaruhi isi suatu karya tersebut.

Unsur ini umumnya terdiri dari psikologi penulis, biografi penulis, serta lingkungan sekitar, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Novel

Bukan hanya memahami pengertian novel, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis novel.

Ada beberapa jenis novel, diantaranya berdasarkan genre ceritanya, ada novel romantis, sci-fi, horror, novel fan fictin, novel inspiratif, misteri, komedi dan lain sebagainya.

Sedangkan bila menurut isinya ada novel teenlit atau novel remaja yg berisi mengenai kehidupan remaja.

Selain itu juga ada novel chicklit, novel metropop, novel songlit, dan novel dewasa. Berdasarkan kebenaran cerita ada novel fiksi dan non fiksi.

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Novelis?

1. Kenali golongan pembaca Kamu
2. tentukan ide dan tema novel
3. Berikan karakter yang kuat pada tokoh-tokohnya
4. Buat Plot yang tak terduga
5. Buat dialog lebih bermakna
6. Pastikan menentukan setting yang menarik

Sebelum menulis, buatlah pokok pikiran, seperti sinopsis. Perkenalan konflik, peleraian, dan penyelesaian.

Kamu juga bisa membuat daftar karakter tokoh Kamu lengkap dengan peran juga sifat masing-masing. Ini akan memandu Kamu dalam menulis novel. Demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian novel. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.