Pengertian Plantae (Tumbuhan) Lengkap dan Mudah!

Kingdom Plantae atau yang biasa dikenal dengan “tumbuhan” merupakan salah satu organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil.

Klorofil sendiri adalah zat hijau daun yang memiliki fungsi untuk melakukan proses fotosintesis sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau yang kita kenal dengan istilah Autotrof.

Hal tersebut yang membedakan antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia.

Berikut ulasan lengkapnya:

Klasifikasi Tumbuhan

Berdasarkan ada atau tidak adanya jaringan pembuluh, tumbuhan digolongkan menjadi dua jenis.

Yaitu tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan tidak berpembuluh.

Perbedaan cirinya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut

  1. Multiseluler, berklorofil, dan bersifat fotoautotrof.
  2. Akar, batang, dan daun belum bisa dibedakan.
  3. Merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan talus (lembaran) dan tumbuhan berkormus (cormophyta).
  4. Tidak memiliki jaringan pembuluh.
  5. Habitat di tempat lembap atau basah.
  6. Memiliki siklus pergiliran keturunan (metagenesis).
  7. Mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit dan fase saprofit.

Siklus Reproduksi Lumut

Dalam perkembangbiakannya, lumut mengalami siklus pergiliran keturunan yang dikenal dengan istilah metagenesis, yaitu:

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Menurut bentuk tubuhnya, lumut dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Lumut hati (Hepaticeae), berbentuk lembaran (talus), rizoidnya tidak bercabang dan terdapat di bawah tangkai atau talusnya.
    Umumnya hidup di tebing-tebing yang lembap.
    Contoh: Marchantia polymorpha, Ricciocarpus sp.
  2. Lumut daun (Bryophyta), banyak ditemukan di tempat yang basah atau lembap, berbatang semu, dan terdapat daun yang bersusun spiral.
    Pada pangkal batang terdapat rizoid yang bercabang dan bersekat dan berfungsi sebagai akar. 
    Contoh: Polytrichum juniperinum dan Pogonatum cirratum.
  3. Lumut tanduk (Anthocerotophyta), memiliki sporofit yang membentuk kapsul memanjang mirip seperti tanduk hewan.
    Contoh: Anthoceros leavis.

|Baca juga: Mengenal Kingdom Protista | Kingdom Fungi | Kingdom Monera

Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Ciri-ciri Tumbuhan Paku

  1. Sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  2. Memiliki berkas pembuluh angkut.
  3. Terdiri atas dua fase generasi, yaitu sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin).
  4. Fase sporofit memiliki sifat lebih dominan dari fase gametofit.
  5. Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi daun tropofil (untuk fotosintesis) dan daun sporofil (penghasil spora).
  6. Berdasarkan bentuknya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi daun mikofil (daun kecil) dan daun makrofil (daun besar).
  7. Habitat ada yang di darat, di perairan, dan ada yang hidupnya menempel.

Siklus Reproduksi Tumbuhan Paku

Sama seperti lumut, tumbuhan paku juga mengalami siklus pergiliran keturunan pada perkembangbiakannya, yaitu:

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi tiga:

Divisi Tumbuhan Paku

Sedangkan, menurut penggolongan dalam taksonomi, tumbuhan paku dibagi ke dalam beberapa divisi, yaitu:

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji

Merupakan organisme fotoautotrof.

  • Memiliki akar, batang, daun, dan bunga.
  • Merupakan tumbuhan heterospora.
  • Bentuk tubuh tumbuhan bervariasi, seperti pohon, perdu, semak, dan herba.
  • Berkembang biak melalui proses penyerbukan dan pembuahan yang menghasilkan biji.

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan berbiji diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)

Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Ciri ciri Angiospermae :

  • Berdaun lebar, tunggal, dan majemuk.
  • Bakal biji terlindung oleh daging buah.
  • Akar tunggang atau serabut.
  • Pembuahan terjadi secara ganda.
  • Memiliki bunga sebagai alat perkembangbiakan (benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina).

Klasifikasi Angiospermae :

Berdasarkan jumlah keping bijinya,tumbuhan angiospermae dibedakan menjadi dua, yaitu:

Perbedaan Monokotil dan Dikotil

Berikut merupakan tabel yang memuat perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil:

Bagian

Monokotil

Dikotil

Akar

Serabut

Tunggang

Batang

Beruas dan berbuku, tidak bercabang

Tidak beruas dan berbuku; bercabang- cabang.

Tulang Daun

Sejajar atau melengkung

Menyirip atau menjari

Keping Biji

Satu

Dua

Perhiasan Bunga

Mahkota bunga berjumlah 3 atau kelipatannya

Mahkota bunga berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya

Berkas Pembuluh

Tersebar pada batang

tersusun dalam lingkaran pada batang

Bagikan Artikel melalui :