Diantara kita sudah tidak asing dengan istilah presipitasi. Akan tetapi tidak sedikit dari kita yang tahu pengertian presipitasi dan berbagai hal lainnya.

Air merupakan bagian terpenting dimuka bumi. Ada banyak sekali jenis air yang bisa kita temukan dimuka bumi ini. Sehingga tidak heran jika banyak sekali siklus air yang bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Presipitasi?

Presipitasi adalah proses jatuhnya air dari langit (atmosfer) ke permukaan bumi dalam berbagai bentuk seperti titik hujan, embun ataupun salju. Peristiwa alami ini terjadi karena adanya perubahan bentuk uap air yang ada di atmosfer bumi menjadi curah hujan. Perubahan uap air di langit tersebut terjadi karena adanya proses kondensasi.

Apa Itu Peristiwa Kondensasi?

Air yang turun ke bumi atau biasa disebut hujan ini mulanya berasal dari awan yang terbentuk diatas awan. Awan tersebut mempunyai jarak sekitar 8 sampai 16 KM dari permukaan bumi.

Peristiwa ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja sesuai dengan kondisi cuaca pada daerah tersebut. Hujan bisa jatuh ke tanah disebabkan karena adanya gaya gravitasi dan gaya gesek.

Istilah presipitasi juga bisa diartikan sebagai fenomena jatuhnya droplet (tetesan air) serta berbagai partikel seperti debu dari awan ke tanah. Droplet dan partikel-partikel tersebut mengalami proses kondensasi sehingga bisa jatuh ke tanah dalam berbagai bentuk seperti rintik, embun, salju, es, kristal es dan sebagainya.

Proses pembentukan presipitasi yaitu terkondensasinya uap air di awan menjadi droplet yang jauh lebih besar ukuranya. Sehingga pada saat droplet tersebut mempunyai masa yang jauh lebih besar maka ia akan jatuh ke tanah dengan bantuan gravitasi. Lain halnya jika awan berada pada tempat tinggi dan mempunyai suhu yang dingin maka droplet akan beubah menjadi es dan jatuh ke tanah dalam bentuk es. Inilah yang biasa disebut dengan hujan es.

Pada beberapa keadaan jika awan berada pada daerah yang sangat dingin maka akan membentuk kristal es yang nantinya turun kepermukaan bumi dalam bentuk salju.

Darimana Asal Air pada Proses Presipitasi?

Air pada proses prespitasi berasal dari bumi yang kemudian menguap ke awan dan umumnya turun dalam bentuk air tawar. Walaupun diambil dari air laut air yang akan turun ke bumi tetaplah air tawar, hal ini karena pada saat penguapan ke awan, garam laut tidak ikut terbawa.

Apa Itu Evaporasi?

Lalu bagaimana dengan hujan asam yang biasa terjadi?. Nahh hujan asam ini sebenarnya bukan berasal dari uapan air laut ke awan. Hujan asam terjadi karena adanya polusi di atmosfer sehingga air yang turun ke tanah sudah terkontaminasi dengan polusi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan dari awan turun ke bumi dalam kadar asam yang tinggi.

Jadi semua air yang turun pada proses presipitasi umumnya adalah air tawar ya teman-teman.

FYI hujan asam tidak secara langsung membahayakan kita (manusia) melainkan bisa merusak ekosistem seperti sungai dan berbagai aliran air. Selain itu dampaknya juga bisa terjadi pada tumbuhan dan hewan yang ada disekitar kita karena zat asam tersebut.

Jenis-Jenis Presipitasi

Jenis-Jenis Presipitasi

Setelah memahami pengertian dari prespitasi saatnya kita mengetahui beberapa jenis presipitasi yang perlu kita ketahui yaitu:

1. Hujan

Hujan adalah proses turunnya air dari hasil kondensasi uap di atmosfer bumi dalam bentuk butir air yang mempunyai masa yang berat. Hal inilah yang membuat hasil dari uap air tersebut bisa jatuh ke daratan dengan bantuan gravitasi.

Alat pengukur curah hujan disebut dengan OMBROMETER atau biasa dikenal dengan alat penakar hujan. Untuk menakar hujan alat ini biasa digunakan di tempat terbuka, alhasil air hujan bisa langsung diterima oleh alat ini.

Hujan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan di bumi, salah satunya adalah membantu proses fotosintesis pada tanaman.

2. Salju

Jenis presipitasi yang kedua yaitu salju. Salju merupakan hasil dari proses presipitasi yang berbentuk padat seperti kristal es dan jatuh dari awan ke tanah.

Proses presipitasi yang menghasilkan salju bisa terjadi apabila awan berada pada lingkungan yang mempunyai suhu dan titik beku dibawah 0 derajat celcius. Hasil presipitasi ini terdiri dari uap air yang mendingin di udara dan berasal dari awan kemudian jatuh ke tanah.

3. Gerimis

Jika sebelumnya kita menyebut hujan maka kali ini gerimis juga termasuk kedalam jenis presipitasi. Sesuai pengertian presipitasi yang telah kita sebutkan bahwa air yang turun ke bumi termasuk kedalam jenisnya. Bedanya gerimis mempunyai intensitas air yang jauh lebih kecil dan sedikit jika dibandingkan dengan hujan.

Namun, apakah ini sama dengan kabut?, jawabannya jelas berbeda. Kalau kabut mempunyai tekstur yang sangat tipis, sedangkan gerimis teksturnya jauh lebih banyak dan tebal. Akan tetapi tebalnya tidak sampai seperti hujan.

Demikian penjelasan artikel mengenai presipitasi, jenis-jenis, dan berbagai penjelasan lainnya. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian ya.

Bagikan:
Dimas Shandy

Dimas Shandy

I love various things related to wordpress development, blogging and SEO My strengths are being able to work in a team and really like learning and discovering new things My weakness is that sometimes I get bored quickly when doing something I don’t like, but I will try to get rid of that deficiency.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia