Pengertian PT, Sumber Modal, Jenis dan Syarat Pendirian

Pertumbuhan sektor ekonomi di negara kita ditopang dari berbagai sektor dari badan usaha. Sudah tak asing ditelinga kita ketika mendengar tentang pengertian PT, asal modal pt, jenis-jenis pt, dan syarat pendirian pt.

Masyarakat mulai mengenal sistem pendirian badan usaha ini. Dalam istilah ekonomi, PT merupakan singkatan dari perseroan terbatas.

PT adalah bentuk badan hukum perusahaan yang paling umum serta populer digunakan oleh para pengusaha di Indonesia.

Kamu ingin mengenal dan mengetahui lebih dalam tentang pengertian, jenis-jenis modal dari badan usaha ini? Apa saja nilai keunggulan dan kelemahan yang dimilikinya? Coba simaklah beberapa informasi pengertian PT berikut.

Pengertian PT (Perseroan Terbatas)

Definisi PT adalah suatu kumpulan dari orang-orang yang diberi hak dan diakui oleh hukum untuk berusaha serta untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007

Mendefinisikan bahwa pengertian Pt (Perseroan Terbatas) adalah suatu badan usaha yang berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian dengan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham atau disebut juga dengan persekutuan modal.

Sumber Modal PT

gambar uang dollar

Ketika ingin membentuk suatu badan usaha, modal merupakan sesuatu yang paling penting. Lalu, darimana saja kah asal modal pt agar sebuah perusahan berbentuk pt bisa berdiri?

Sumber modal pendanaan dalam sebuah PT terbagi menjadi tiga, yaitu:

1.Modal Dasar

Definisinya adalah jumlah modal yang disebut dalam akta pendirian dan merupakan jumlah maksimum dimana perusahaan tersebut diperkenankan mengeluarkan surat-surat saham.

Baca: Pengertian Sumber Daya Ekonomi

Modal dasar juga merupakan modal perusahaan yang bisa menilai seberapa besar perusahaan tersebut. Artinya modal ini akan berfungsi membantu perusahaan dalam menentukan kelasnya. Apakah termasuk kelas besar, menengah, atau perusahaan PT kelas kecil.

2.Modal Ditempatkan

Definisinya adalah modal yang sanggup dimasukkan dan pada waktu pendiriannya merupakan jumlah keikutsertaan para pendiri.

Pasal 33 UUPT menyatakan bahwa jumlah minimal modal yang ditempatkan adalah sebesar 25% dari Modal Dasar perusahaan.

3. Modal Disetor

Modal ini menjadi jenis sumber dana PT yang paling dianggap nyata karena menunjukkan jumlah modal yang disetor oleh para pemegang saham atau investor

Besarnya modal yang disetor untuk PT adalah paling sedikit 25% dari Modal Dasar.

Kekayaan PT terpisah dari kekayaan pemilik-pemiliknya. Dalam hal likuidasi dan jika perusahaan masih mempunyai kewajiban atau hutang yang harus dibayar maka para pemegang saham hanya bertanggung jawab terhadap kerugian sebatas jumlah saham uang dimilikinya.

PT juga didukung oleh akta resmi dari notaris dan disahkan oleh Mentri Kehakiman. Akta yang dipisahkan harus didaftarkan di kepaniteraan Pengadilan Negeri dan selanjutnya diumumkan dalam berita negara Republik Indonesia.

Perangkat Organisasi PT

Perangkat Organisasi PT

Perangkat organisasi dari PT terdiri dari sebagai berikut :

1. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Mereka adalah perangkat paling tinggi dalam PT. Dalam RUPS, pemegang saham memiliki hak untuk meminta segala macam keterangan yang berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan PT.

Lalu, RUPS juga mempunyai wewenang eksklusif seperti : menetapkan anggaran besar dan menetapkan pengurangan modal. Serta melakukan pemeriksaan, persetujuan dan pengesahan laporan tahunan.

2. Direksi

merupakan badan pengurus tertinggi serta berhak dan berwenang untuk menjalankan perusahaan. Hal ini dilakukan untuk nama PT.

Jika dalam suatu PT terdapat lebih dari satu direktur utama atau President Direktor maka jabatan keanggotaan direksi ditentukan dalam anggaran dasar perseroan.

3. Komisaris

Komisaria memiliki hak mengawasi kebijakan direksi dalam menjalankan segala tugasnya. Mereka juga diberi kewenangan untuk menyetujui atau tidaknya tindakan apapun yang dilakukan direksi.

Termasuk didalamnya melakukan menyetujui laporan tahunan yang akan di sampaikan pada pemegang saham .

Jenis-Jenis PT (Perseroan Terbatas)

Jenis-Jenis PT

UUPT Nomor 40 Tahun 2007 mengklasifikasikan perusahaan PT ke dalam tiga jenis, berikut jenis-jenis pt yaitu:

1. Perseroan Terbatas (PT) Tertutup

PT Tertutup adalah jenis PT yang didirikan dengan tidak menjual sahamnya kepada masyarakat luas atau publik. Ini berarti, tidak setiap orang dapat ikut menanamkan modalnya.

Selain itu, jenis-jenis pt yang satu ini para pemegang sahamnya hanya berasal dari kalangan tertentu atau orang-orang yang sudah saling mengenal sebelumnya, seperti misalnya dalam perusahaan keluarga.

2. Perseroan Terbatas (PT) Publik

Berdasarkan Pasal 1 ayat 8 UUPT menyebutkan bahwa Perseroan Publik adalah jenis perseroan yang telah memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuan peraturannya.

Sementara itu, pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 mengenai Pasar Modal atau UUPM Pasal 1 ayat 22. Menyatakan bahwa sebuah perusahaan dikatakan perseroan publik apabila saham telah dimiliki oleh sedikitnya 300 orang dengan jumlah modal yang disetorkan minimal sebesar Rp3 juta.


3. Perseroan Terbatas (PT) Terbuka (Tbk)

Berdasarkan Pasal 1 ayat 7 UUPT, bahwa PT Terbuka melakukan penawaran saham secara terbuka. PT jenis ini juga harus mampu memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan untuk PT Publik.

Salah satunya yaitu melakukan penawaran pada Bursa Efek alias menjual saham kepada masyarakat indonesia.

Syarat Pendirian PT

syarat pendirian pt

Syarat Pendirian Perseroan Terbatas, harus dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh UU No. 40 Tahun 2007.

1. Perjanjian dua orang atau lebih.

Menurut Pasal 7 ayat (1) UUPT, Perseroan harus didirikan oleh minimal dua orang atau lebih. Karena Perseroan terbatas merupakan badan hukum yang dibentuk berdasarkan perjanjian maka syarat pendirian pt yaitu harus mempunyai lebih dari satu pemegang saham.

2. Dibuat dengan Akta Autentik dimuka Notaris.

Langkah sebelum membuat Perseroan Terbatas yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat perjanjian.

Perjanjian ini dilakukan untuk membuat suatu atau mendirikan suatu perseroan harus dengan akta autentik notaris dan harus berbahasa Indonesia (Pasal 7 ayat (1). Perjanjian adalah suatu akta pendirian yang sekaligus berisikan anggaran dasar yang telah disepakati.

3. Modal Dasar

Modal dasar perseroan paling sedikit adalah 50 ( lima puluh ) juta rupiah. Tetapi untuk bidang usaha tertentu diatur tersendiri dalam suatu UU Perseroan Terbatas Pasal 32 ayat (1) yang bisa atau boleh melebihi ketentuan ini.

Semua nya ditentukan berdasarkan kesepakatan dari masing-masing pihak yang terkait.

4. Pengambilan Saham saat Perseroan Didirikan.

Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa pada saat para pendiri menghadap ke hadapan Notaris untuk dibuatkan Akta Pendirian. Setiap pendiri tersebut sudah mengambil bagian saham Perseroan.

Hal ini dikarenakan pada Pasal 8 ayat (1) huruf c UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyatakan bahwa di dalam Akta Pendirian memuat pula tentang nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham.

Rincian jumlah saham dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan dan disetor.

Selain itu, akan menjadi tidak sah akta pendirian jika bagian saham baru diambil oleh pendiri perseoran setelah perseroan tersebut didirikan.

5. Memperoleh keputusan pengesahan status badan hukum dari Menteri

Menurut Pasal 7 ayat (4) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menegaskan bahwa “perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum perseroan.”

Pengesahan melalui suatu Keputusan Menteri ini merupakan syarat sah yang harus dipenuhi.

Kemudian, mengenai tata cara dalam permohonan pengajuan pengesahan status badan hukum tersebut di atur di dalam Pasal 9 dan Pasal 10 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas, Bab II Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. M-01-HT.01-10 Tahun 2007.

Demikian pengertian PT, jenis-jenis pt, sumber modal pt, dan berbagai syarat pendirian pt.

Bagikan Artikel melalui :