Pengertian Puisi : Ciri, Jenis, Struktur, Unsur dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian puisi merupakan jenis karya sastra yang memiliki beberapa unsur seperti mantra, irama, baris, bait dan rima. Karya sastra jenis ini biasanya digunakan sebagai bentuk ungkapan emosi seseorang berakaitan dengan kehidupannya, seperti gembira, sedih, bangga dan sebagainya.

Selain itu puisi juga bisa digunakan untuk menasihati atau memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu hal. Untuk lebih memahami apa itu puisi, yuk kita simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Puisi

Puisi

Puisi adalah karya sastra yang berisi sesuatu hal yang ingin penulis ungkapkan kepada pembacanya dengan memperhatikan beberapa aspek seperti rima, irama, lirik, irama, dan ritme pada barisnya.

Agar isinya bisa padat dan bermakna maka puisi harus dikemas dengan menggunakan bahasa yang imajinatif dan mudah dipahami. Selain itu akan lebih baik jika si penulis menuangkan emosional dan pengetahuan intelektual yang didapatkan dari kehidupan sosial.

Seorang yang pandai berpuisi disebut sastrawan puisi. Ada beberapa sastrawan puisi di Indonesia yang cukup terkenal yaitu Taufik Ismail, Chairul Anwar, dan WS Rendra.

Puisi juga dapat berisi perasaan, ide, pemikiran, kiasan, imajinasi dan emosi yang ingin si penulis ungkapkan. Hal tersebutlah yang menjadikan puisi harus dibuat dengan menggunakan bahasa yang indah dan mudah dipahami oleh pembacanya.

Berdasarkan pengertian puisi tujuannya adalah agar dapat membangkitkan emosi, imajinasi dan pengalaman dari si pembaca.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Berikut definisi puisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu:

  1. Herman Waluyo
    Puisi merupakan karya sastra yang memadukan bunyi dan pemilihan kata yang imajinatif dengan menggunakan bahasa yang padat dan singkat.
  2. Herbert Spencer
    Merupakan karya sastra yang dibentuk dengan mempertimbangkan efek estetis seperti keindahan dan dibuat dalam bentuk gagasan yang bersifat emosional.
  3. Dunton
    Dunton berpendapat bahwa puisi adalah bagian dari pemikiran manusia secara konkrit yang dibuat dengan bahasa ritme dan berirama seperti musik.
  4. Suroto
    Karya sastra berupa karangan singkat yang dibuat dengan bahasa pekat, padat, dan singkat agar mudah dipahami.

Ciri-Ciri Puisi

Ada beberapa ciri puisi yang harus kamu fahami yaitu sebagai berikut:

  1. Bersifat Simetris
  2. Mempunyai sajak dan rima yang teratur
  3. Bahasa yang digunakan padat dan tidak bertele-tele
  4. Biasanya terdapat syair dan pola seperti pantun
  5. Bermakna konotatif (Kias)
  6. Memperhatikan intonasi dan ekspresi saat membacanya

Unsur-Unsur Puisi

Unsur Puisi

Secara umum ada dua unsur dalam puisi yaitu struktur fisik dan batin, berikut penjelasan keduanya:

A. Struktur Fisik Puisi

Sesuai dengan namanya struktur fisik puisi ini dapat diamati secara langsung karena kita bisa melihatnya dengan mata. Struktur fisik terdiri 6 unsur yaitu majas, imaji, diksi, rima, kata konkret, dan tipografi. Berikut penjelasannya:

1. Tipografi

Tipografi merupakan struktur puisi yang berkaitan dengan format penulisan seperti baris, rata kanan-kiri-bawah, dan jenis huruf. Struktur tipografi ini cukup penting karena dapat menggambarkan isi dari puisi yang dibuat.

2. Diksi

Selain format tulisan kita juga harus memperhatikan pemilihan kata dalam membuat puisi. Hal tersebut karena pemilihan kata dapat memberikan kesan sesuai makna puisi yang dibuat.

3. Majas

Majas merupakan pemakaian bahasa pada kata dalam puisi dengan konotasi khusus, tujuannya adalah agar susunan kata memiliki banyak makna.

4. Imaji atau Citraan

Pemberian gambaran merupakan aspek penting yang harus ada dalam puisi, tujuannya agar si pembaca dapat dibawa seolah merasakan apa yang ada pada puisi.

Didalam puisi citraan memiliki 6 macam, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan, perasaan, dan pergerakan. Semua citraan yang terkandung didalamnya dapat membantu pembaca merasakan apa yang terjadi didalamnya.

5. Kata Konkret

Adalah susunan kata dapat menggambarkan terjadinya imaji aatu contohnya seperti pantai yang digambarkan dengan “permata senja” dan sebagainya.

6. Irama atau Rima

Merupakan persamaan bunyi yang terdapat pada puisi baik itu letaknya diawal maupun diakhir. Ada beberapa bentuk rima yang harus kita ketahui yaitu:

  • Onomatope (Tiruan Bunyi)
    Seperti: door yang mengungkapkan suara tembakan
  • Intern Pola Bunyi
    Misalnya persamaan kata awal atau akhir, sajak paruh, sajak berselang, asonisasi, aliterasi, dan repetisi.
  • Pengulangan Kata
    Contohnya seperti penentuan panjang pendek, tinggi rendah, atau keras lemahnya bunyi.

B. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi merupakan unsur pembentuk makna dalam pengertian puisi yang posisinya tidak terlihat oleh mata, seperti perasaan, tema, nada, suasana, dan amanah.

1. Tema

Tema adalah unsur pada puisi berupa makna tersirat yang hendak penulis sampaikan kepada pendengar atau pembacanya. Ini merupakan bagian yang pertama kali dilihat oleh si pembaca, sehingga harus dibuat semenarik mungkin.

2. Nada

Nada merupakan sikap si penulis terhadap pembacanya yang berkaitan erat dengan rasa dan makna didalamnya. Sehingga hanya dengar mendengar atau melihat saja, si pembaca dapat menilai bagaimana sikap si penulis.

3. Perasaan

Perasaan merupakan bagian yang mendasari si penyair membuat tulisan puisi. Biasanya perasaan dapat berupa latar belakang penulis, seperti pendidikan, agama, keluarga, sosial, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Puisi

Jenis-Jenis Puisi

Umumnya puisi mempunyai 3 jenis yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Berikut penjelasan jenis puisi:

1. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang masih dibuat dan digunakan pada abad ke-20 atau sekitar tahun 1920-an dengan terikat beberapa peraturan.

Aturan pada puisi lama seperti rima, jumlah baris, diksi, pemilihan kata dan kesamaan bunyi pada akhir suatu kalimat. Jenis puisi ini juga bahkan mengatur nada pada suara yang digunakan saat membaca puisi.

Apa Itu Hikayat? berikut penjelasan lengkapnya

Puisi lama terdiri dari beberapa jenis yaitu talibun, pantun, gurindam, mantra, karmina, seloka, dan syair, berikut penjelasannya:

  • Pantun -> jenis puisi lama yang terdiri dari empat larik dan memiliki rima akhir berupa ab-ab serta dapat dibedakan sesuai dengan jenisnya, contohnya seperti pantun anak, pantun pendidikan, dan sebagainya.
  • Talibun -> pantun yang mempunyai baris lebih dari empat dengan rima abc-abc
  • Mantra -> ucapan yang dipercaya oleh suatu masyarakat dapat mendatangkan kejaiban atau magic tertentu dan biasanya digunakan pada acara tertentu.
  • Karmina -> jenis prosa yang mempunyai kalimat lebih pendek daripada pantun, sehingga bisa disebut sebagai pantun kilat.
  • Seloka (Pantun Berkait) -> pantun berkait yang berasal dari bahasa Melayu klasik dan berisi hal yang berkaitan dengan pepatah.
  • Gurindam -> Jenis lama yang terdiri dari dua bait dimana memiliki rima sama pada setiap baitnya yang terdiri dari dua baris kalimat. Gurindam biasanya mengandung amanat atau nasihat.
  • Syair -> jenis puisi yang terdiri dari empat baris dan memiliki akhiran yang sama. Umumnya syair menceritakan tentang suatu kisah yang didalamnya mengandung amanat yang hendak disampaikan oleh si penyair.

2. Puisi Baru

Puisi baru adalah jenis puisi yang memiliki kebebasan lebih dari puisi lama, sehingga tidak terikat peraturan mengenai jumlah suku kata, baris, dan rima. Ada beberapa jenis puisi baru yaitu sebagai berikut:

  • Satire yaitu jenis puisi yang dibuat dengan gaya bahasa berupa kritik atau sindiran yang disampaikan dalam bentuk sarkasme, ironi dan parodi.
  • Balada merupakan sajak yang berisi cerita rakyat mengharukan yang dibuat dengan bahasa yang sederhana. Didalam balada juga biasanya disajikan berbagai tambahan seperti dialog atau nyanyian.
  • Ode adalah puisi lirik yang didalamnya berisi sanjungan terhadap orang berjasa dan disajikan dengan nada agung dan tema yang serius. Ode biasa ditunjukkan untuk pahlawan, orang tua, guru, dan orang besar lainnya.
  • Himne atau gita puja merupakan jenis nyanyian pujaan untuk dewa, tuhan, atau orang yang dianggap penting. Selain itu himne juga biasa dinyanyikan pada acara sakral.
  • Balada adalah jenis puisi baru berupa sajak sederhana yang didalamnya mengisahkan cerita rakyat mengharukan dan biasa disajikan dalam bentuk nyanyian atau percakapan.
  • Romansa merupakan puisi baru yang berisi bentuk luapan hati atau perasaan cinta kasih seseorang yang dapat memunculkan efek romantisme.
  • Distikon adalah puisi yang didalamnya terdiri dari dua baris pada setiap baitnya.
  • Elegi yaitu nyanyian atau syair yang didalamnya terkandung ungkapan dan ratapan dukacita. Biasanya elegi terjadi pada peristiwa kematian seseorang.
  • Kuatren yaitu jenis puisi dengan bait yang memiliki empat baris.
  • Kuint yaitu jenis puisi dengan bait yang memiliki lima baris.
  • Sektet yaitu jenis puisi dengan bait yang memiliki enam baris.
  • Septima yaitu jenis puisi dengan bait yang memiliki tujuh baris.
  • Soneta merupakan jenis puisi yang mempunyai 14 baris dan terbagi menjadi 2. Dua bait pertama terdiri dari 4 baris dan dua bait yang keduanya terdiri dari tiga baris. Puisi ini cukup terkenal namun membuatnya tidak mudah. Hal inilah yang menjadikan seorang penyair akan lebih tertantang saat membuatnya.

3. Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah suatu jenis puisi yang dibuat pada zaman sekarang, sehingga terlihat lebih modern dan bebas saat membuatnya. Jenis puisi ini memberikan kebebasan kepada penyair dalam membuat puisi tanpa adanya aturan-aturan tertentu seperti rima dan sebagainya.

Puisi kontemporer senantiasa berusaha menyesuaikan perkembangan zaman dan tidak berfokus pada gaya bahasa, irama, lain sebagainya.

Ada beberapa klasifikasi puisi kontemporer yaitu sebagai berikut:

  1. Puisi Konkret merupakan jenis puisi yang jauh lebih mengutamakan grafis seperti wajah dan tidak seutuhnya menggunakan bahasa media.
  2. Mantra yaitu puisi yang diambil dari berbagai sifat mantra.
  3. Puisi Mbeling yaitu puisi yang tidak mengikuti aturan-aturan pada puisi.

Contoh Puisi

Berikut contoh puisi tentang ibu:

Untukmu Ibu

Ibu… bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu

Tulusnya kasih yang engkau berikan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Engkau selalu mengajarkanku arti ketulusan
Dalam dekapan hangatmu wahai ibuku sayang

Kasih sayangmu, sungguh bernilai
Itulah harta yang tak ternilai

Kau bagai pelita saat kegelapan|
Menyuluh jalan kehidupan

Semoga kau senantiasa diberikan kesehatan
Dalam naungan tuhan semesta alam.

Demikian penjelasan mengenai pengertian puisi, jenis-jenis puisi, dan contohnya. Semoga dapat benambah wawasan teman-teman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.