Pengertian Sosiologi (Sejarah, Ciri-Ciri, Teori para Ahli dan Fungsinya)

Sosiologi – sebuah istilah yang nampaknya tidak asing di telinga kita. Mungkin kita seringkali mendengar istilah sosiologi saat mempelajari hal yang berkaitan dengan masyarakat.

Apa itu sosiologi?, apa sejarah terbentuknya Ilmu sosiologi?, apa ciri-ciri ilmu sosiologi?, dan apa saja teori para ahli seputar sosiologi?. Berikut penjelasan seputar sosiologi:

Pengertian Sosiologi

pengertian sosiologi

Sosiologi adalah salah satu cabang dari ilmu sosial yang fokus mempelajari tentang kehidupan bermasyarakat atau interaksi antar manusia dalam bermasyarakat . Singkatnya sosiologi bisa disebut sebagai ilmu tentang manusia atau masyarakat.

Istilah ‘sosologi’ berasal dari bahasa Latin yaitu: Socius (kawan/masyarakat) dan logos (Ilmu Pengetahuan). Kita dapat menarik kesimpulan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat.

Pertama kali istilah ‘sosiologi’ muncul didalam buku karangan August Comte (1798-1857) yang berjudul “Cours De Philosophie Positive“.

Hingga saat ini sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Seorang ahli , praktisi, atau sarjana pada bidang sosiologi ini disebut sebagai sosiolog.

Baca: Mengenal Kepribadian Introvert, Extrovert, dan Ambivert

Sosiologi berkaitan erat dengan kehidupan bermasyarakatan, apa itu masyarakat? yuk simak penjelasannya dibawah:

Apa itu Masyarakat?

Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang memiliki hubungan, kepentingan bersama, maupun budaya.

Cara sosiologi untuk mempelajari tentang masyarakat, perilaku masyarakat, serta perilaku sosial setiap manusia adalah dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku suatu kelompok yang dibangun didalamnya.

Ilmu sosiologi tersusun dari berbagai hasil pemikiran ilmiah serta dapat di kontrol oleh orang lain maupun umum secara kritis.

Sejarah Sosiologi

Awal mula istilah sosiologi dianggap termasuk bagian dari cabang llmu sosial dicetuskan oleh seorang ilmuan asal prancis yang terkenal sebagai Bapak Sosiologi bernama August Comte, istilah ini dipopulerkan ilmuan tersebut pada tahun 1842.

Kemudian sosiologi dianggap sebagai ilmu yang mempelajari seputar masyarakat terlahir dari ilmuwan Eropa sekitar abad ke-19. Awalnya ilmuan asal Eropa tersebut mulai menyadari pentingnya untuk mempelajari kondisi dan perubahan sosial secara mendalam dengan ilmu khusus.

Para ilmuan kemudian mengemukakan berbagai teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki dari masyarakat yang ada pada setiap tahapan peradaban manusia.

Dibawah ini beberapa teori para ilmuan tentang ilmu sosiologi.

Teori Ilmuan Tentang Sosiologi

1. August Comte

August Comte mengatakan bahwa sosiologi mempunyai arti atau sebuah istilah berasal dari kata latin yaitu ‘Socius’ (Teman) dan ‘logos’ yang berarti ilmu pengetahuan.

Berarti menurut August Comte sosiologi adalah:

Sebuah Ilmu Pengetahuan yang didalamnya membahas tentang masyarakat

Kedua istilah tersebut diungkapkan oleh August Comte (1798-1857) pada bukunya yang berjudul “Cours De Philosophie Positive”.

2. Emile Durkheim

Menurut Émile Durkheim Sosiologi adalah:

Ilmu yang meneliti, menganalisa maupun mempelajari seputar berbagai fakta sosial ada ada di masyarkat di antaranya terkait tentang tindakan, cara berpikir serta perasaan yang ada di luar individu yang semuanya memiliki sebuah kekuatan dalam mengendalikan suatu individu tertentu.

3. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi berpendapat bahwa, Sosiologi merupakan:

Ilmu sosial/kemasyarakatan yang fokus mempelajari berbagai struktur sosial dan proses sosial termasuk didalamnya perubahan sosial itu sendiri.

4. William Kornblum

Menurut William Kornbulum:

Sosiologi adalah sebuah upaya ilmiah yang mempelajari tentang suatu masyarakat dan terkait perilaku sosialnya. Dari perilaku sosial tersebut menjadikan sebuah masyarakat tersebut terlibat dalam berbagai jenis kelompok dan juga berbagai kondisi.

5. Roucek dan Waren

Menurut Roucek dan Waren sosiologi adalah:

Ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar manusia terhadap kelompok sosial yang ada didalamnya.

6. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, sisiologi adalah:

Sebuah ilmu yang pusat perhatiannya adalah segi masyarakat serta memiliki sifat lebih umum yang memiliki tujuan untuk mendapatkan pola-pola umum yang ada didalam kehidupan masyarakat.

7. A.A Von Dorn & C. J Lammers

J.A.A Von Dorn dan C.J Lammers berpendapat bahwa:

Sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang didalamnya membahas tentang berbagai struktur serta proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

8. Mayor Polak

Mayor Polak berpendapat bahwa sosiologi adalah:

Sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat sebagai objek utamanya berkaitan antar hubungan sesama manusia, hubungan manusia dengan kelompoknya, kelompok dengan kelompok baik bersifat formal maupun material, bersifat statis maupun dinamis.

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang didalam ilmu sosial yang didalamnya mempelajari tentang masyarakat dan berbagai hal yang berkaitan didalam nya baik interaksi dan lain lain sebagainya.

Sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang telah diakui oleh berbagai ilmuan, menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto sebagai sebuah ilmu pengetahuan sosiologi memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

1. Empiris

Empiris suatu sumber pengetahuan yang didapatkan dari hasil observasi atau percobaan.

Ciri pertama yang harus dimiliki oleh sosiologi adalah empiris, empiris disini dimaksudkan bahwa sosiologi harus disandarkan pada hasil observasi (pengamatan) yang diambil berdasarkan akal sehat sehingga hasil yang didapatkan tidak bersifat menduga-duga (spekulasi) semata.

2. Teoritis

Teoritis adalah pikiran atau pola pikir berdasarkan hasil teori-teori yang ada sebagai landasan dari tindakannya.

Maksudnya yaitu sosiologi harus selalu berusaha untuk menyusun sebuah abstraksi dari hasil observasi konkret yang didapatkan di lapangan, dan abstraksi tersebut adalah merupakan sebuah kerangka dari unsur-unsur yang telah tersusun secara masuk akal (logis) dengan tujuan untuk menjalankan hubungan sebab dan akibat sehingga terbentuklah menjadi teori.

3. Komulatif

Komulatif menurut KBBI artinya adalah bersangkutan dengan kumulasi; yang sifatnya menambah; terjadi dari sebuah bagian yang telah ada yang kemudian makin bertambah; bertumpuk-tumpuk.

Maksudnya sosiologi haruslah disusun berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya, yang kemudian diperbaiki, dan diperluas sehingga dapat memperkuat teori-teori lama yang sudah ada sebelumnya.

4. Nonetis

Non Etis adalah suatu kajian yang tidak mempersoalkan antara baik dan buruk, namun fungsinya adalah untuk memperjelas kajian atau masalah secara lebih dalam.

Maksudnya adalah sosiologi membahas seluruh kajian yang berkaitan dengannya tanpa mempermasalahkan antara baik dan buruknya, yang terpenting tujuan utamanya adalah untuk memperjelas suatu kajian secara mendalam.

Fungsi – Fungsi Sosiologi

Sosiologi memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan kajian yang ada didalamnya, yaitu:

1. Pembangunan

Maksudnya adalah bahwa fungsi dari adanya ilmu sosiologi memiliki kegunaan untuk memberikan berbagai data sosial yang dibutuhkan oleh tahap perencanaan, pelaksanaan maupun tahapan penilaian.

Baca juga: Fungsi Sosiologi dalam Pembangunan

2. Penelitian

Tujuan dari ilmu sosiologi pada penelitian adalah sebagai pemberi gambaran yang berhubungan dengan kehidupan yang ada di masyarakat dan juga kegiatan penelitian didalamnya yang membahas tentang berbagai gejala yang ada didalam masyarakat.

Dengan adanya penelitian oleh sosiologi diharapkan mampu memberikan berbagai solusi yang dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada pada masyarakat.

3. Pemecahan Masalah Sosial

Fungsi selanjunya adalah sosiologi berfungsi untuk memberikan solusi untuk memecahkan masalah sosial yang ada di masyarakat.

Masalah sosial sendiri umumnya muncul karena adanya kesenjangan sosial yang terjadi karene adanya perbedaan antara sebuah harapan masyarakat dan kenyataan yang terjadi.

Seperti yang telah kita bahas diatas, bahwa untuk dapat menyelesaikan masalah ini, harus ada sebuah penelitian khusus yang dilakukan untuk memahami gejala-gejala yang terjadi didalam masyarakat. Sehingga kemudian akan mempermudah langkah penyelesaian sebuah masalah yang terjadi.

Metode Pemecahan Masalah Sosial

Berikut ini beberpa metode untuk memecahkan masalah sosial, yaitu:

  1. Metode antisipatif: adalah sebuah tindakan yang bersifat mencegah, dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin akan terjadi.
  2. Metode Represif: suatu tindakan yang bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku pembuat masalah sosial yang ada didalam masyarakt.
  3. Metode Restitusif: suatu tindakan yang didalamnya berupa pemberian sebuah reward (penghargaan) kepada seseorang yang telah menaati hukum sebagaimana yang disepakati bersama.
Bagikan Artikel melalui :