Pengertian Struktur Sosial | Sosiologi Kelas 10

Hi sobat sosiologi !, diantara kita pasti pernah mendengar dari kata struktur,  apa sih pengertian struktur sosial dan pandangan menurut para ahli mengenai struktur sosial  ?.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian dari struktur sosial, ciri – cirinya, maupun bentuk, serta perkembangan dari struktur sosial.

A. Pengertian Struktur Sosial

Struktur sosial dapat diartikan sebagai sebuah susunan masyarakat secara hierarkhis baik secara vertical maupun secara horizontal.

Istilah struktur berasal dari kata latin, yaitu ‘structum’ yang memiliki sebuah arti yaitu menyusun.

Baca: Pengertian Interaksi Sosial

Jika kita berfikir tentang sebuah struktur organisasi sekolah, maka kita akan menemukan beberapa posisi atau peran dalam sebuah struktur, mulai dari ketua organisasi, wakil, sekretaris, sampai anggota dari organisasi tersebut.

Pengertian Struktur Sosial menurut Para Ahli

1. George C. Homan

Ia berpendapat bahwa sebuah struktur sosial memiliki suatu keterkaitan dengan sebuah perilaku dasar manusia dalam dikehidupan sehari – hari.

2. Soerjono Soekanto

Ia mengartikan bahwa struktur sosial adalah sebuah hubungan timbal balik antarposisi sosial dan peran sosial.

3. Kornblum

Ia mendevinisikan bahwa struktur sosial sebagai pola perilaku berulang individu dan sebuah kelompok yang menciptakan suatu hubungan antarindividu dan kelompok dalam lingkungan masyarakat.

4. Nasikun

Ia berpendapat bahwa dalam sebuah konteks Indonesia struktur sosial dapat dilihat secara horizontal maupun vertical.

Dengan cara horizontal struktur sosial ditandai dengan adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat, ras yang disebut sebagai differensiasi sosial.

Sedangkan secara vertical, struktur sosial ditandai adanya sebuah kesatuan sosial berdasarkan perbedaan lapisan – lapisan sosial, atau disebut sebagai stratifikasi sosial.

B. Bentuk – Bentuk Struktur Sosial

Berikut dibawah ini merupakan bentuk struktur sosial, yang dibagi menjadi dua bagian. Yaitu :

1. Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah suatu perbedaan didalam anggota masyarakat dalam suatu golongan – golongan secara horizontal ( tidak memandang perbedaan lapisan ).

Baca: Apa itu Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial?

Contohnya : si fikri beragama islam, sedangkan si Rahul beragama Kristen, atau si fikri seorang dosen psikolog sedangkan si faqih seorang dosen bahasa arab.

Ciri – ciri diferensiasi sosial

  1. Ciri fisik : yaitu ditandai dengan perbedaan ciri – ciri tertentu seperti warna kulit, bentuk mata, rambut, muka, ataupun jenis kelamin.
  2. Ciri sosial : yaitu adanya suatu perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan perilaku masyarakat. Contoh : berbedanya perilaku seorang karyawan, dengan pandangan seorang dokter.
  3. Ciri budaya : yaitu sebuah ciri yang berdasarkan terhadap pandangan hidup suatu masyarakat seperti religi, kepercayaan, sistem keluarga, atau kepercayaan yang di yakini.

Bentuk diferensiasi meliputi perbedaan ras, agama, jenis kelamin, klen, suku, bangsa, asal daerah. Dan juga profesi ( pekerjaan ).

2. Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah merupakan suatu perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat ( hierarkhis / Vertikal ), contohnya : dulu saya adalah seorang buruh, akan tetapi sekarang saya adalah seorang presiden.

C. Ciri – Ciri Struktur Sosial

Berikut dibawah ini merupakan ciri – ciri struktur sosial.

  1. Memiliki sebuah sifat yang selalu berkembang dan berubah – ubah atau dinamis, yang memiliki artian akan selalu terjadinya perpindahan individu dari kelas sosial yang satu ke kelas sosial yang lainnya, dengan memiliki latar belakang adanya faktor tertentu.
  2. Memiliki cakupan luas yang meliputi kebudayaan didalam masyarakat.
  3. Terbentuknya kesatuan kelompok.
  4. Dan memiliki dimensi secara vertical dan horizontal.

D. Perkembangan Struktur Sosial

Selo Sumardjan telah membagikan tiga bentuk perkembangan struktur sosial masyarakat. Yaitu :

  1. Masyarakat Sederhana
  2. Memiliki sebuah ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun temurun.
  3. Memiliki sebuah ikatan kekeluargaan yang masih sangat kuat.
  4. Mengedepankan sistem gotong royong.
  5. Menerapkan suatu sistem hukum secara tidak tertulis.
  6. Masih memiliki suatu kepercayaan pada kekuatan ghoib.
  7. Hasil produksi tidak untuk dijual, tetapi untuk dikonsumsi sendiri.
  8. Masyarakat madya
  9. Intensif sebuah ikatan kekeluargaan tidak seerat masyarakat sederhana.
  10. Lebih terbukan dengan perubahan sosial.
  11. Menerapkan suatu sistem hukum secara tertulis maupun tidak.
  12. Mulai membentuk lembaga yang bersifat formal.
  13. Mulai muncul pemikiran rasionalitas meskipun tetap mempercayai adanya kekuatan ghoib.
  14. Mulai mengenal sistem diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial.
  15. Masyarakat modern
  16. Hubungan sosial yang berdasarkan kepentingan pribadi.
  17. Membentuk hubungan sosial yang bersifat terbuka.
  18. Mengembangkan pola pikir yang positif.
  19. Masyarakat memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi.
  20. Memberlakukan sistem hukum formal atau secara tertulis.
  21. Membentuk stratifikasi sosial berdasarkan para keahlian.

Mudah dipahami bukan ?, akhirnya semoga penjelasan yang diatas, dapat membantu kita dalam menambahkan wawasan kita dalam mempelajari ilmu sosiologi.

Semoga dapat dimengerti, sampai bertemu kembali dipembahasan selanjutnya.

Bagikan Artikel melalui :