Penyakit Mythomania – Pasti Anda pernah mengenal minimal satu saja orang yang sering sekali berbohong. Hal tersebut mungkin membuat Anda bertanya “Kenapa ya orang itu bisa suka sekali berbohong?’ dan pertanyaan lainnya. Sehingga tidak sedikit orang yang menganggap bahwa kebiasaan berbohong merupakan faktor kelainan psikologis.

Pada dasarnya hal tersebut benar adanya. Bahkan kita tidak heran jika seseorang yang berbohong kerap kali percaya dengan kebohongannya. Nahh ini yang termasuk kedalam kelainan psikologis yang disebut penyakit mythomania.

Tapi apasih penyakit mythomania itu? dan apakah benar orang yang suka bohong termasuk kedalam kelainan psikologis ini?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut yuk kita bahas pada artikel berikut:

Apa Itu Penyakit Mythomania?

Mythomania syndrome adalah kondisi dimana si penderitanya mempunyai kebiasaan suka berbohong. Pada penderitanya kondisi ini tidak bisa dikendalikan, sehingga bisa terjadi dalam kurun waktu yang lama. Bahkan sedihnya mereka akan jauh lebih merasa nyaman mengatakan kebohongan daripada kebenaran.

Sindrom mythomania atau biasa disebut pseudulogia fantastica ini sering melakukan kebohongan tanpa punya motif atau alasan tertentu. Alhasil jangan heran jika si penderita juga akan berbohong untuk merusak nama baiknya sendiri.

Penderita kelainan ini akan sulit sekali menerima kenyataan bahwa mereka sedang berbohong meskipun sudah terbukti kebenarannya.

Jika kondisi si penderita semakin parah, maka ia akan merasa bahwa kebohongan merupakan bagian terpenting dari hidupnya. Alhasil tidak sedikit seseorang dengan kondisi ini percaya bahwa kebohongannnya adalah kebenaran. Akibatnya adalah si penderita sudah tidak bisa lagi secara rasional membedakan mana yang nyata mana yang fiktif.

Dalam beberapa kondisi si penderita kerap kali mudah menyalahkan orang lain jika dirasa hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia fikirkan.

Istilah Penyakit Mythomania (Mythomania Syndrome) atau yang bisa juga disebut pseudulogia fantastica dicetuskan pada tahun 1891 oleh Anton Delbruek. Delbruek sendiri merupakan seorang psikiater berkebangsaan Jerman yang menemukan istilah pseudologia fantastica atau mythomania syndrome.

Psikiater delbruek menujuluki orang yang suka bercerita bohong dan disertai khayalan (fantasi) dengan sebutan pseudologia fantastica.

Kenapa Orang Suka Berbohong?

Kenapa Orang Berbohong - Penyakit Mythomania)

Terlepas dari penyakit mythomania syndrome, ternyata ada banyak sekali alasan kenapa orang bisa berbohong. Dikutip dari website counseling.org setidaknya ada beberapa alasan kenapa orang melakukan kebohongan yaitu:

  1. Melindungi Diri Sendiri atau Orang Lain dari Hukuman
  2. Menghindari Rasa Malu
  3. Menyembunyikan Kecanggungan
  4. Membangun Citra Positif Orang Lain
  5. Meredakan Tekanan Batin
  6. Keluar dari Situasi yang Tidak Diinginkan

Orang yang suka berbohong kerap kali mempunyai keinginan untuk mengendalikan suasana. Sehingga apabila mereka dalam keadaan yang tidak diinginkannya, maka mereka akan berbohong. Tujuan utamanya adalah agar mereka bisa mengendalikan situasi tersebut sesuai dengan narasi yang mereka inginkan.

Semua Orang Yang Suka Berbohong Mengidap Mythomania?

Mungkin sejauh ini muncul satu pertanyaan dalam benak Anda yaitu “Apa semua orang yang suka berbohong mengidap mythomania?”. Menurut website hellosehat.com, tidak semua orang yang suka bohong itu mythomania. Hal tersebut karena kelainan psikologis ini merupakan salah satu jenis dari kebohongan patologis.

Ada banyak jenis dari kebohongan patologis yaitu:

  1. Pseudologica Fantastica (Mythomania Syndrome)
  2. Kebohongan Impulsif
  3. Kebiasaan
  4. Penipu yang mengganti identitas untuk terlihat hebat

Jika kita lihat dari ke-empat jenis kebohongan tersebut maka yang terparah yaitu mythomania syndrome. Loh kenapa kok kelainan ini lebih ekstrem dibanding dengan jenis lainnya?. Karena penderita kelainan mythomania akan merasa senang saat melakukan kebohongan. Sehingga mereka selalu merasa bahwa kebohongan yang dibuatnya adalah kebenaran.

Namun, Anda jangan berpikir bahwa penderitanya sama sekali tidak merasa bersalah. Faktanya mereka akan tetap merasa bersalah bahkan tahu secara sadar bahwa hal itu tidak baik. Akan tetapi karena sikap manipulatifnya, mereka secara sengaja menutupi itu.

Ciri-Ciri Seseorang Mengidap Mythomania

Seperti yang sudah kita bahas diatas, bahwa tidak semua orang yang berbohong itu mengidap kelainan ini. Ada banyak ciri-ciri atau kriteria pengidap mythomania yaitu:

  1. Cerita kebohongannya cenderung stabil (Tetap dan Alurnya Nyambung)
  2. Tujuannya bukan hanya untuk keuntungan material
  3. Kebohongannya tingkat tinggi (berkaitan dengan insititusi atau hal riskan lainnya)
  4. Selalu memberikan sudut pandang positif dalam ceritanya
  5. Membesar-besarkan masalah
  6. Mencari simpatik orang lain
  7. Takut ditanya seputar yang ia ceritakan
  8. Sulit menghargai kejujuran
  9. Pintar memanipulasi keadaan
  10. Mudah sekali berbohong (bahkan dalam keadaan yang tidak terdesak)
  11. Percaya bahwa fantasi adalah kenyataan
  12. Mengarang cerita yang luar biasa

Jika Anda menemukan orang yang relevan dengan banyak ciri diatas maka besar kemungkinan bahwa ia menderita penyakit mythomania.

Cara Membaca Karakter Seseorang dari Tulisan Tangan

Alasan Kenapa Seseorang Mengidap Mythomania

Dibalik ciri-ciri yang sudah kita rangkum diatas, ternyata ada banyak sekali sebab kenapa seseorang bisa mengindap penyakit mythomania yaitu:

  1. Mengalami kegagalan yang berat
  2. Hubungan yang buruk
  3. Pengalaman yang amat menyakiti hati
  4. Keadaan yang tidak bisa diterima akal sehat
  5. Jatuh dalam harapan fantasi (ekspektasi tidak sesuai kenyataan)
  6. Kurang mendapatkan penghargaan dari lingkungan sekitar
  7. Kekhawatiran yang tinggi jika tidak dihargai

Cara Menyembuhkan Penyakit Mythomania

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit mythomania yaitu:

  1. Pengobatan berupa pendekatan psikoterapi
  2. Si penderita berusaha keras dan berniat mengehentikannya
  3. Memberikan kesadaran kepada penderita bahwa orang disekitarnya menerimanya apa adanya
  4. Tidak mencemooh penderita
  5. Tidak menyudutkan penderita
  6. Saling menghargai satu sama lain
  7. Tidak berperilaku meninggikan diri didepan penderita

Cara-cara diatas berlaku bagi penderita maupun orang yang ingin berusaha menyembuhkan orang sekitarnya yang menderita kelainan ini.

Sumber Informasi

Artikel informasi diatas Kami rangkum dari berbagai sumber-sumber terpercaya seperti:

  1. Si Pembohong Percaya Pada Kebohongannya Sendiri (Mythomania) – Hello Sehat
    Link: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/mythomania/
  2. Understanding Why People Lie – Counseling.Org
    Link: https://www.counseling.org/news/aca-blogs/aca-counseling-corner/aca-counseling-corner-blog/2019/10/21/understanding-why-people-lie
  3. Pathological Lying: When Lying Becomes Mental Illness. Lifehack. (2021) – Lifehack.org
    Link: https://www.lifehack.org/577199/pathological-lying-when-lying-becomes-mental-illness

Demikian penjelasan singkat mengenai penyakit Mythomania, semoga bisa menambah wawasan pengetahuan kita seputar psikologi ya. Bagi Anda yang mengenal orang dengan kondisi ini yuk kita bantu sembuhkan, atau jika Anda sendiri yang mengidap penyakit ini maka tetap semangat dan yakin pasti Anda bisa sembuh.

Bagikan:

Dimas Shandy

I love various things related to wordpress development, blogging and SEO My strengths are being able to work in a team and really like learning and discovering new things My weakness is that sometimes I get bored quickly when doing something I don’t like, but I will try to get rid of that deficiency.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.