Penyakit Thalasemia – Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Diposting pada

Penyakit thalasemia merupakan salah satu jenis kelainan yang diturunkan dari orang tua ke anaknya secara genetik. Lalu apa itu thalasemia dan bagaimana cara kita mengobati kelainan genetik ini?, yuk kita bahas bersama pada aritikel ini.

Pengertian Thalasemia

Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik berupa kelainan darah yang membuat si penderita mengalami kekurangan darah (anemia).

Penderita dari kelainan ini akan menjadi cepat lelah, mudah mengantuk, dan berbagai keluhan lainnya yang disebabkan karena kurang darah.

Keadaan pada penderita thalasemia disebabkan karena tidak berfungsi secara normalnya protein yang ada didalam hemoglobin atau sel darah merah. Pada tubuh manusia hemoglobin mempunyai peranan yang sangat penting bagi sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Thalasemia perlu Anda waspadai karena bisa menggangu aktivitas bahkan dapat menyebabkan berbagai penyakit berat lainnya seperti gagal jantung, gangguan hati, hingga kematian.

Pengidap thalasemia tidak mempunyai kadar hemoglobin yang berfungsi normal secara cukup. Sehingga membuat oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh menjadi sedikit. Alhasil oksigen yang ada didalam tubuh menjadi rendah dan menyebabkan munculnya beberapa penyakit seperti:

  1. Mudah lelah
  2. Sesak napas
  3. Mudah mengantuk
  4. Kurang fokus

Rusaknya hemoglobin pada tubuh manusia pada kelainan ini disebabkan karena adanya mutasi genetik. Sehingga penderita dari penyakit ini harus mengalami pengobatan seumur hidupnya. Karena selain bisa menggangu aktivitas, penyakit ini juga bisa menyebabkan munculnya penyakit lainnya jika tidak segera diobati.

Gejala Thalasemia

Pasien pengidap thalasemia akan mengalami gejala berupa anemia yang bisa membuat penderitanya mudah lemas dan lelah. Ada 2 keadaan umum yang akan dialami penderita kelainan ini yaitu thalasemia minor (kecil) dan thalasemia mayor (besar).

Setiap penderita dari kelainan ini akan mengalami gejala yang berbeda-beda satu sama lainnya, hal ini ditentukan dari jenis thalasemia yang dideritanya.

Mungkin si penderita dengan kondisi minor (kecil) hanya mengalami gejala ringan, namun pada kondisi mayor (besar) bisa menyebabkan rusaknya organ tubuh lainnya. Alhasil penderita dengan kondisi mayor bisa mempunyai resiko kematian yang cukup tinggi.

Penyebab Thalasemia

Thalasemia disebabkan karena adanya kelainan genetik yang dapat mempengaruhi fungsi produksi dari sel darah merah manusia.

Apa Itu Genetik?

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas, bahwa penyakit thalasemia terjadi karena hemoglobin dalam darah tidak berfungsi dengan normal. Sehingga hemoglobin normal membutuhkan 2 protein beta dan 2 protein alfa.

Nahh pada kelainan ini berbagai material genetik mengalami mutasi. Alhasil penderita yang mengalami mutasi genetik secara berlebihan ini diharuskan untuk sering melakukan tranfusi darah.

Kelainan ini disebabkan dari genetik yagn diturunkan dari orang tua ke anaknya. Bahkan bisa saja diturunkan ke anaknya meskipun orang tuanya tidak mengalami adanya gejala.

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan penyakit thalasemia berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Perbedaan ini tergantung pada jenis dan tingkat keparahan yang dialami si pasien. Dibawah ini beberapa cara pengobatan yang bisa dijalani oleh orang yang mempunyai thalasemia:

1. Tranfusi Darah

Tranfusi darah adalah suatu proses menyalurkan sel darah merah dari satu manusia ke manusia lainnya. Pengobatan yang satu ini merupakan cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengobati penderita thalasemia ringan maupun berat.

Proses ini bisa membantu tubuh untuk mendapatkan jumlah sel darah merah yang sehat dan cukup, sehingga hemoglobin dalam tubuh akan tercukupi.

Pada umumnya proses tranfusi darah akan memakan waktu sekitar 1-4 jam. Sel darah merah yang disimpan didalam kantung hanya bisa bertahan pada kurun waktu sekitar 120 hari sejak di tranfusi.

Hal tersebut membuat penderita kelainan ini harus melakukan tranfusi secara rutin agar pasokan sel darah merah bisa tercukupi.

2. Suplemen Asam Folat

Selain proses tranfusi sel darah merah penderita kelainan ini juga bisa mengkonsumsi Asam Folat sebagai cara pencegahan thalasemia.

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang mempunyai peran dalam pembentukan sel darah merah yang sehat bagi tubuh manusia.

Suplemen ini direkomendasikan oleh dokter selain dari pengobatan tranfusi darah dan terapi kelasi besi.

3. Terapi Kelasi Zat Besi

Thalasemia membuat hemoglobin dalam darah menjadi abnormal. Akan tetapi tranfusi sel darah merah secara teratur juga akan membuat zat besi dalam darah menjadi menumpuk pada berbagai organ tertentu. Penumpukan zat besi pada organ tubuh disebut dengan kelebihan zat besi (iron overload).

Iron overload bisa menyebabkan kerusakan, sehingga diharuskan untuk membuang kelebihan zat besi. Cara untuk membuang kelebihan zat besi tersebut adalah dengan melakukan terapi kelasi zat besi.

Terapi kelasi zat besi merupakan terapi yang dijalani penderita thalasemia dengan mengkonsumsi dua obat utama yaitu: Deforoxamine dan Deferasirox.

Demikian penjelasan singkat mengenai penyakit thalasemia baik pengertian, gejala, hingga pengobatannya. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih.

Dimas Shandy
I love various things related to wordpress development, blogging and SEO My strengths are being able to work in a team and really like learning and discovering new things My weakness is that sometimes I get bored quickly when doing something I don’t like, but I will try to get rid of that deficiency.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.