Penyimpangan Sosial | Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Dampak

Hi sahabat sosiologi !

Kamu pernah melihat sebuah penyimpangan sosial atau pelanggaran yang dilakukan oleh orang lain ? baik di kelas atau disekeliling kita ?. Pasti di lingkungan kita ada hal – hal yang menyimpang dari sebuah aturan yang ditetapkan, baik mencontek, mencuri dan penyimpangan lainnya.

Membicarakan soal penyimpangan sosial, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian penyimpangani sosial.

Penyebab terjadinya suatu penyimpangan sosial, jenis – jenis dari penyimpangan, bahkan dampak bagi kita dan lingkungan sekitar dari perilaku penyimpangan sosial tersebut.

A. Pengertian Penyimpangan Sosial

Sebuah penyimpangan sosial merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari–hari dalam lingkungan masyarakat.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pada umumnya sering terjadi perilaku penyimpangan dari kalangan lapisan bawah masyarakat dari pada lapisan atas.

Penyimpangan Sosial adalah sebuah istilah yang digunakan sebagai pelampiasan perilaku satu atau lebih subjek yang berperilaku tidak sesuai dengan sebuah norma dan nilai – nilai kesusilaan yang ada secara sudut pandang perorang atau sudut pandang agama.

Baca: Pengertian Nilai dan Norma Lengkap dan Mudah

Adapun pengertian sosial menurut beberapa para ahli, sebagai berikut :

Penyimpangan Menurut Beberapa Para Ahli

kejahatan menurut para ahli
Kejahatan menurut Para Ahli

1. Menurut James W. Van Der Zanden : Ia berpendapat bahwa penyimpangan suatu perilaku yang dilakukan oleh sejumlah orang yang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi

2. Menurut Bruce J. Cohen : adalah setiap perilaku yang tidak berhasil atau gagal dalam menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam lingkungan masyarakat

3. Menurut Paul B. Horton : yaitu sebuah perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap aturan – aturan kelompok atau masyarakat.

4. Menurut Gilin : Sebuah penyimpangan dari norma dan nilai sosial keluarga maupun masyarakat yang menjadi suatu penyebab menghilangnya sebuah solidaritas kelompok.

5. Menurut Robert Z. Lawang : Ia berpendapat bahwa semua tindakan yang menyimpang dari aturan  atau norma yang telah berlaku dalam sistem sosial dan dapat menyebabkan usaha dari mereka yang memiliki wewenang dalam hal tersebut untuk membenarkan perilaku atau sikap yang menyimpang tersebut.

B. Penyebab Terjadinya Perilaku Penyimpangan

penyebab penyimpangan sosial
penyebab penyimpangan sosial

Adapun penyebab terjadinya suatu penyimpangan adalah :

1. Penyerapan nilai dan norma dalam proses sosialisasi yang tidak maksimal, karena :

  • Adanya anomie ( ketidak sesuaian antara harapan dengan kondisi yang sebenarnya )
  • Adanya hubungan differensiasi (agen sosialisasi menyampaikan proses sosialisasi yang berbeda – beda sehingga menimbulkan sebuah konflik internal sehingga seseorang melakukan penyimpangan).
  • Adanya pemberian julukan / label / cap pada seseorang yang melakukan perbuatan yang menyimpang.
  • Memiliki sikap mental yang tidak sehat.
  • Adanya dorongan kebutuhan ekonomi.
  • Sebagai pelampiasan rasa kecewa.
  • Pengaruh akibat lingkungan dan massa
  • Memiliki keinginan untuk dipuji / gaya – gayaan.

2. Sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna, memiliki faktor : kesulitan dalam berkomunikasi, memiliki perbedaan tingkah laku, dan tidak adanya konsep diri.

Baca: Pengertian Masalah Sosial

Adanya perbedaan antara yang diajarkan ( nilai dan norma ) dengan apa yang dilhat dan dialami dalam kehidupan nyata.

3. Sebagai sebuah hasil dari sosialisasi nilai sumber kebudayaan yang menyimpang. Karena lingkungan pergaulan atau warisan masyarakat.

C. Jenis – Jenis Perilaku Yang Menyimpang

macam-macam penyimpangan sosial

Adapun jenis – jenis perilaku yang menyimpang dibagi atas empat bagian, yaitu :

  1. Berdasarkan sifatnya atau dampaknya
    • Penyimpangan yang positif : yaitu sebuah penyimpangan yang terarah pada nilai – nilai sosial.
    • Penyimpangan yang negatif : yaitu sebuah penyimpangan yang cenderung bertentangan dan melanggar nilai dan norma di masyarakat.
  2. Berdasarkan pelakunya
    • Penyimpangan individual, yang dilakukan secara individual.
    • Penyimpangan kelompok, yang dilakukan secara bersama – sama atau berkelompok.
    • Penyimpangan campuran.
  3. Berdasarkan Jenisnya
    • Penyimpangan primer, yaitu suatu penyimpangan yang bersifat sementara atau temporer, dan hanya menguasai sebagian kecil dari kehidupan seseorang, atau masyarakat yang masih menerima.
    • Penyimpangan sekunder, yaitu sebuah penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus walaupun sudah diberi hukuman atau sanksi dan tidak bisa ditoleransi.
  4. Berdasarkan bentuknya
    • Penyalahgunaan Narkotika
    • Perkelahian antar pelajar
    • Alkoholisme
    • Kriminalitas atau kejahatan
    • Penyimpangan seksual
    • Perzinaan (Hubungan seks diluar nikah) :
      1. Lesbianisme (Hubungan seks oleh sesama perempuan)
      2. Homoseksual (Hubungan seks oleh sesama laki – laki)
      3. Kumpul kebo (Hidup sebagai suami istri tanpa melalui nikah)
      4. Sodomi (Hubungan seks melalui anus)
      5. Onani (Pelampiasan hubungan seks dengan benda)
      6. Transvestitisme (Sebagai pemuasan diri dalam keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis)
      7. Paedophilia (Pemuasan keinginan atau hubungan seks dengan anak – anak)

D. Dampak Perilaku Penyimpangan Sosial

Berbagai penyimpangan yang ada dilingkungan masyarakat akan membawakan sebuah dampak bagi pelaku maupun bagi orang lain.

1.  Dampak Terjadinya Penyimpangan Sosial Bagi Pengarap / Pelaku

  • Memberikan sebuah pengaruh terhadap psikologis atau penderitaan kejiwaan serta menyebabkan tekanan mental terhadap pelaku tersebut. Karena akan dijauhi oleh masyarakat disekelilingnya atau dikucilkan.
  • Dapat menjauhkan diri si pelaku tersebut dari tuhan.
  • Dapat menghancurkan masa depan si pelaku.
  • Dan apa yang dilakukan dapat mencelakakan diri sendiri.

2. Dampak Terjadinya Penyimpangan Sosial Bagi Orang lain

  • Dapat merusak sebuah norma, tatanan nilai, dan berbagai pranata sosial yang sudah berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengganggu kenyamanan, ketentraman, serta keamanan bagi masyarakat.
  • Dapat merusak unsur- unsur budaya maupun unsur–unsur lainnya.
  • Dapat memberikan beban sosial terhadap keluarga si pelaku.

Dengan demikian pembahasan penyimpangna sosial yang bisa saya sampaikan, semoga dapat difahami oleh kawan–kawan. Sampai bertemu kembali dipembahasan yang akan datang. Semoga sukses

Bagikan Artikel melalui :