Persekutuan Komanditer, Kelebihan dan Kekurangannya

Diposting pada

CV merupakan kepanjangan dari Comanditer Vennotscap atau persekutuan komanditer. Persekutuan Komanditer adalah salah satu bentuk badan usaha bukan badan hukum yang bisa didirikan jika anda memiliki modal yang terbatas.

Beberapa orang dengan modal terbatas lebih memilih untuk mendaftar CV daripada PT atau Perseroan Terbatas. Hal ini dikarenakan syarat dan prosedur yang dibutuhkan lebih mudah daripada mengurus PT. Salah satunya hanya mensyaratkan pendirian usaha oleh dua orang saja dengan akta notaris dalam Bahasa Indonesia.

Pengertian CV (Perseroan Komanditer) sebagai Badan Usaha

Pengertian CV secara sederhana dapat diilustrasikan seperti ini. Ada seorang pengusaha namun tidak memiliki modal dan hendak menjalin kerjasama dengan pihak lain yang akan memberi modal bagi usaha tersebut. Sehingga dapat dilihat bahwa CV didirikan oleh persekutuan minimal dua orang.

Salah satunya akan bertindak sebagai Persero atau Sekutu Komplementer atau pengurus yang kelak memiliki gelar direktur. Sedangkan lainnya bergelar sebagai Persero atau sekutu Komanditer atau persero diam.

Persero Komplementer atau yang bertindak sebagai direktur adalah sang pengusaha yang mendapat suntikan dana atau modal dari pihak persero komanditer. Sehingga jika terjadi kerugian dalam badan usaha, Sekutu komplementer bertanggung jawab penuh untuk mengganti kerugian yang dari pihak ketiga. Sementara Sekutu Komanditer karena hanya bertindak sebagai pemodal, maka cukup bertanggung jawab sesuai berapa persen modal yang ia setorkan.

Kemudian dalam anggaran dasar CV karena harta kekayaan CV tidak terlepas dari harta kekayaan pendirinya. Maka membutuhkan perjanjian atau kesepakatan sendiri secara terpisah. Perjanjian ini mengenai pembagian penyetoran modal antara Sekutu Komplementer dan Sekutu Komanditer.

Untuk legalitas hukum dari persekutuan komanditer ini, KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) telah mengatur Dasar Hukum CV secara khusus dalam pasal 19 sampai dengan pasal 21 yang mengatur dan membahas tentang persekutuan komanditer

Perbedaan PT (Perseroan Terbatas) dan CV (Persekutuan Komanditer)

PT dan CV

Perbedaan mendasar antara CV dan PT yaitu pengertian keduanya dimana PT merupakan sebuah badan hukum yang memiliki kedudukan yang sama dengan orang serta dapat memiliki harta  yang terpisah dari harta kekayaan pendirinya. Sehingga PT dapat bertindak sendiri di depan pengadilan dan dapat memiliki kekayaan sendiri.

Adapun CV adalah badan usaha yang tidak memiliki kekuatan seperti badan hukum dan harta kekayaan tidak dapat terlepas dari harta pendirinya.

Perbedaan CV dan PT lainnya adalah CV tidak mensyaratkan batas minimal modal awal. Hal ini berbeda dengan PT yang harus memiliki modal minimal 50 juta dan setoran awal sebesar 25%. Sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk mendaftarkan usahanya dengan badan usaha persekutuan komanditer.

Kelebihan dari Persekutuan Komanditer

  1. Modal yang lebih besar karena suntikan dana dari sekutu komanditer
  2. Mudah mendapat kredit karena perbankan mempercayai usaha yang telah memiliki legalitas hukum
  3. Struktur kepemimpinan dan manajemen yang terpercaya karena dipegang oleh sekutu komplementer sebagai pendiri usaha
  4. Prosedur pengajuan yang sederhana serta tidak membutuhkan modal yang besar
  5. Hak dan tanggung jawab sekutu yang jelas namun fleksibel karena dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kesepakatan
  6. Dapat mengikuti tender di perusahaan maupun lingkungan pemerintahan

Kekurangan dari Persekutuan Komanditer

  1. Sekutu komplementer memiliki tanggung jawab penuh dan tidak terbatas sehingga hidup mati badan usaha bergantung sepenuhnya pada pengurus
  2. Sekutu komanditer memiliki tanggung jawab yang terbatas sehingga tidak bisa memajukan perusahaan secara langsung
  3. Investasi yang sulit dicairkan karena telah digunakan sebagai modal
  4. Nama CV yang terdaftar bisa jadi sama dengan CV lain yang telah mendaftar lebih dulu karena tidak ada pengecekan nama CV sebelum mendaftar

Berakhirnya Persekutuan Komanditer

Sebagai persekutuan dua pihak atau lebih dalam menjalani usaha dagang, CV dapat berakhir jika terjadi salah satu dari kondisi berikut:

  1. Berakhirnya jangka waktu kerjasama persekutuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar atau Akta Pendirian CV
  2. Berakhirnya CV sebelum jangka waktu karena pengunduran diri atau pemberhentian dari salah satu pihak sekutu
  3. Terjadi perubahan dalam Anggaran Dasar yang mana perubahan ini mempengaruhi kepentingan dari pihak ketiga terhadap CV

Oleh karena itu, agar persekutuan dagang tidak berakhir karena perselisihan internal sebagaimana yang terjadi pada nomor dua dan tiga. Hendaknya kedua belah pihak, baik sekutu komanditer maupun sekutu komplementer memiliki tujuan yang sama dan kesepakatan yang kuat untuk mencapai hasil tujuan dari CV mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.