Ruang Lingkup Biologi

Ruang lingkup Biologi Lengkap dan Mudah di Fahami!

Diposting pada

Permasalahan Biologi

Biologi adalah salah satu bidang ilmu dalam sains yang mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. Istilah biologi berasal dari bahasa Belanda “biologi” yang juga diturunkan dari gabungan bahasa Yunani, bio = hidup dan logos = ilmu. Ilmu biologi disebut juga dengan ilmu hayat yang artınya “Ilmu Kehidupan”. Biologi mempelajari semua obyek mulai dari tingkatan paling sederhana yaitu molekul sampai biosfer, dengan urutan sebagai berikut :

Molekul – Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Organisme/Individu – Populasi – Komunitas -Ekosistem – Bioma – Biosfer

Baca: Pengertian Sel Eukariotik | Pengertian Sel Prokariotik

Obyek Biologi

  • Molekul
  • Sel
  • Jaringan
  • Organ
  • Sistem Organ
  • Organisme/Individu
  • Populasi
  • Komunitas
  • Ekosistem
  • Bioma
  • Biosfer

1. Tingkat Molekul

Molekul adalah hasil dari persenyawaan beberapa unsur yang melakukan metabolisme. Tingkat molekul meliputi kajian tentang senyawa penyusun makhluk hidup, misalnya karbohidrat, protein, lemak dan asam nukleat (DNA).

2. Tingkat Sel

Sel adalah unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Tingkat sel meliputi kajian jenis sel, struktur sel, penyusun sel (organel sel) beserta fungsinya, metabolisme yang terjadi dialam sel dan reproduksi sel.

3. Tingkat Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel dengan struktur fungsi yang sama. Tingkat Jaringan meliputi kajian macam Jaringan baik pada hawan maupun tumbuhan, struktur fungsi jaringan dan tekhnologi yang memanfaatkan jaringan.

4. Tingkat Organ

Organ adalah kumpulan beberapa jaringan dengan fungsi tertentu. Tingkat jaringan meliputi kajian jenis organ beserta fungsinya dan kelainan yang terjadi pada organ.

5. Tingkat Sistem Organ

Sistem Organ adalah sistem yang tersusun atas organ-organ yang saling berkerjasama dan melaksanakan fungsi tertentu. Tingkat sistem organ meliputi kajian macam sistem organ, cara kerja sistem organ beserta kelainannya.

6. Tingkat Individu

Individu adalah makhluk hidup tunggal. Tingkat kajian individu meliputi jenis-jenis makhluk hidup serta kedudukannya dalam klasifikasi.

7. Tingkat Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada waktu dan tempat yang sama. Tingkat populas meliputi kajian perkembangan populasi, faktor yang mempengaruhi populasi, dan hubungan antar penyusun populasi.

8. Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkat ekosistem meliputi kajian jenis ekosistem, komponen penyusun ekosistem, hubungan antar komponen ekosistem.

9. Tingkat Bioma

Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu yang wilayahnya jauh lebih luas dibandingkan dengan ekosistem. Tingkat bioma meliputi kajian macam-macam bioma dengan cirinya masing-masing.

|  Baca Juga: Keanekaragaman Hayati | Klasifikasi Makhluk Hidup | Mengenal Virus

Cabang Ilmu Biologi dan Manfaat Mempelajari Biologi

Cabang Ilmu Biologi

  • Zoologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang hewan;
  • Mikrobiologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme;
  • Bakteriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bakteri;
  • Virologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang virus;
  • Mikologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang jamur;
  • Ikhtiologi; yaitu ilmu yang mempelajari tentang ikan;
  • Ornitologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang burung;
  • Sitologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang sel;
  • Morfologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar makhluk hidup;
  • Embriologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang pembentukan dan perkembangan embrio termasuk kelainannya;
  • Patologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang penyakit pada makhluk hidup;
  • Fisiologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang fungsi kerja tubuh;
  • Anatomi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh;
  • Evolusi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang perubahan populasi makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama;
  • Genetika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat;
  • Ekologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya;
  • Etologi, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan cara hidup hewan.

Manfaat Mempelajari Biologi

a) Manfaat bagi Diri Sendiri

  • Membantu mengenal dan mempelajari tentang diri sendiri.
  • Memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang diri sediri sehingga dapat digunakan meningkatkan kualitas hidup, misalnya meningkatkan kesehatan.
  • Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang obyek dan lingkungan yang ada disekitarnya.

b) Manfaat bagi Lingkungan

  • Sebagai Pengetahuan dasar untuk memelihara kualitas dan kelestarian lingkungan, seperti cara mengatasi dan mencegah polusi.
  • Sebagai Pengetahuan dasarnya untuk melakukan pelestarian sumber daya hayati agar tidak punah.

c) Manfaat bagi Negara

  • Meningkatkan pengetahuan tentang cara pelestarian sumber daya alam hayati, sehingga kekayaan alam negara tetap terjaga.
  • Memiliki pengetahuan untuk pengembangan IPTEK berbasis biologi yang bermanfaat dalam kemajuan negara.

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah serangkaian metode yang berfungsi untuk memecahkan masalah dan memperoleh fakta yang didapatkan secara ilmiah.

Dalam metode ilmiah Sebelum merencakan percobaan kita harus mencari sebanyak mungkin informasi yang berhubungan dengan percobaan yang akan dilakukan, merumuskan masalah, dan membuat hipotesis.

Dalam merencakan percobaan pertumbuhan pada tanaman maka informasi yang harus kita cari adalah informasi Mengenai faktor-faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan.

Informasi tersebut dapat kita peroleh dengan cara mencari literatur ke perpustakan, baik perpustakan sekolah maupun perpustakan umum lainnya.

Adapun urutan metode ilmiah tersebut antara lain:

A. Masalah (Penemuan Masalah)

Ini adalah metode pertama yang digunakan untuk memecahkan masalah dan memperoleh fakta secara ilmiah, pertama temukan terlebih dahulu, kira-kira masalah apa yang akan di amati.

Dalam keterampilan kerja ilmiah (merumuskan metode ilmiah), mengajukan pertanyaan adalah merumuskan suatu permasalahan.

Keterampilan merumuskan masalah bertujuan untuk memperjelas seberapa luaskah masalah yang akan dijawab maupun dipecahkan. Perumusan masalah dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum yang berkaitan dengan permasalahan.

Ciri-ciri dari suatu rumusan masalah adalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang isinya padat dan jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda (ambiguitas) serta harus dapat dijawab secara ilmiah.

Berbagai jenis biji tanaman telah digunakan sebagai bahan percobaan, dan salah satunya adalah biji kacang merah yang data dilihat pada gambar 1.1 dibawah.

Contoh rumusan masalah yang dapat dibuat dalam merencanakan pertumbuhan pada tanıman ialah “Apakah suhu berpengaruh terhadap perkecambahan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)?”.

tumbuhan kacang merah yang sering digunakan untuk percobaan pertumbuhan
Gambar 1.1 (tumbuhan kacang merah yang sering digunakan untuk percobaan pertumbuhan)

B. Observasi (Pengamatan)

Observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penemuan masalah dalam proses pemecahan masalah dan fakta.

C. Hipotesis (Dugaan Sementara)

Hipotesis memiliki berbagai pengertian, baik secara bahasa maupun secara istilah.

Hipotesis secara bahasa memiliki arti “dugaan sementara”.

Secara Terminologi (Istilah) Hipotesis adalah suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah sebelum dibuktikan kebenarannya dan berasal dari hasil observasi dan harus dibuktikan lewat experimen.

Hipotesis dapat disusun berdasarkan suatu kajian pustaka sehingga memiliki kebenaran yang disusun secara teoritis.

Hipotesis dibuktikan kebenarannya melalui data yang diperoleh dari suatu percobaan. Hipotesis dibuat dalam bentuk suatu kalimat pernyataan yang dirumuskan dengan kalimat yang jelas dan padat serta dapat diuji kebenarannya.

Contoh hipotesis yang dapat dibuat dalam merencakan suatu pertumbuhan pada tanaman ialah “Adanya pengaruh suhu terhadap perkecambahan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)”.

D. Experimen (Percobaan)

Experimen adalah usaha-usaha yang digunakan untuk membuktikan kebenaran dari hasil hipotesis

Suatu percobaan dilakukan untuk menguji kebenaran dari suatu Hipotesis yang telah kita rumuskan sebelumnya.

Langkah kerja dalam melakukan suatu percobaan adalah menyiapkan bahan dan perlakuan yang dibutuhkan, memberikan perlakuan dan mengukur hasil dari perlakuan, mencatat kondisi lingkungan, dan mengumpulkan serta menganalisis data dalam bentuk tabel dan grafik.

Contoh percobaan pertumbuhan pada tanaman yang dilakukan ialah “Pengaruh suhu terhadap perkecambahan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)”.

E. Kesimpulan

Setelah seluruh hasil pengamatan serta ditemukan dugaan sementara lalu membuktikannya dengan experimen maka hal yang harus dilakukan untuk menemukan fakta dalam metode ilmiah adalah mengambil kesimpulan dari hasil experimen.

Trik Mudah Menghafal

Pada saat melakukan experimen dalam metode ilmiah, digunakan beberapa variabel penelitian antara lain:

Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas

Variabel yang diperlakukan secara berbeda (variabel perlakuan)

2. Variabel Terikat (respon)

Disebut juga dengan variabel hasil (yang diamati)

3. Variabel Kontrol

Variabel yang harus disamakan

Contoh Judul Penelitian

“Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman”

  • Variabel bebas : intensitas cahaya yang berbeda (gelap,teduh,terang)
  • Variabel terikat : pertumbuhan tanaman
  • Variabel kontrol : jenis tanaman sama, media tanam sama, intensitas penyiraman sama, dll.

Latihan Soal


MULAI!

1 komentar.

Comments are closed.