Ruang Lingkup Ilmu Sejarah

Ruang Lingkup Ilmu Sejarah | Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni

Diposting pada

Setelah mempelajari seputar pengertian sejarah, pembahasan selanjutnya yang harus kita fahami adalah mengenai ruang lingkup sejarah.

Ruang lingkup sejarah sendiri didalamnya mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah. Seperti sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai kisah, maupun sejarah sebagai seni.

Sejarah Sebagai Peristiwa

Sebagai sebuah kajian yang mempelajari berbagai hal pada masa lampau, sejarah berkaitan erat dengan peristiwa. Hal tersebut karena didalam ruang lingkup sejarah berhubungan erat dengan berbagai peristiwa yang ada di masa lampau dan tidak dapat diulang.

Peristiwa yang ada pada sejarah adalah sebuah kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau, dan kejadian tersebut mempunyai nilai di kehidupan masyarakat.

Sejarah sebagai peristiwa harus memiliki sifat objektif dan unik. 

Objektif artinya, peristiwa tersebut harus diceritakan sesuai dengan bukti atau fakta sejarah yang benar-benar terjadi. Tidak diada-adakan atau tidak dikarang.

Unik artinya, suatu peristiwa sejarah hanya dapat terjadi satu kali dan tidak dapat diulangi kembali pada waktu yang berbeda.

Selain itu suatu peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah apabila memenuhi beberapa syarat dibawah.

Syarat-Syarat Peristiwa Sejarah

1. Objektif

Sebuah peristiwa sejarah haruslah diceritakan sesuai dengan berbagai sumber sejarah yang ditemukan.

Baca juga: Pengertian Sumber Sejarah

Syarat pertama ini sangat penting sekali, karena berkaitan dengan kebenaran suatu peristiwa pada sejarah.

Suatu peristiwa sejarah tidak tergolong sebagai cerita bohong (tidak benar-benar terjadi) apabila didalamnya terdapat sumber-sumber yang jelas.

Seperti yang telah kami jelaskan pada pengertian sumber sejarah, bahwa sumber sejarah merupakan sebuah media rekaman yang berisi berbagai informasi tentang suatu peristiwa pada masa lampau.

2. Terekam

Selain sifatnya yang objektif, sejarah juga harus dapat dipertanggung jawabkan dengan berbagai bukti yang berasal dari sumber-sumber sejarah.

Sumber sejarah sendiri dapat berupa prasasti, dokumen, surat kabar, maupun laporan perjalanan.

Adanya rekaman pada sumber sejarah membuat objektifitas pada sejarah menjadi lebih bernilai.

Hal tersebut karena selain harus mempunyai sumber (objektif), sumber tersebut juga harus memberikan bukti, yaitu dengan adanya rekaman.

3. Penting

Setelah adanya sifat objektif maupun rekaman pada sejarah. Hal lainnya yang menjadi ciri sejarah sebagai sebuah peristiwa adalah mempunyai nilai penting didalam kehidupan masyarakat.

Karena sebuah sejarah tidak dapat dikatakan sebagai peristiwa, apabila didalamnya tidak mempunyai nilai penting bagi kehidupan masyarakat.

Fakta-fakta yang ada didalam sejarah haruslah mengandung pelajaran-pelajaran tertentu bagi kehidupan manusia, baik bagi masa kini maupun untuk masa depan.

Sejarah Sebagai Ilmu

Sejarah dapat dikategorikan sebagai ilmu karena didalamnya mempunyai objek dan metode penelitian.

Karena sesuatu dapat dikatakan sebagai ilmu apabila didalamnya terdapat metode dan objek yang diteliti.

Metode pada sejarah dapat dipelajari pada bagian dari ilmu sejarah, yaitu ilmu metodologi sejarah.

Objek penelitian sejarah adalah berbagai hal yang dipikirkan, dikatakan, dirasakan, maupun dialami oleh manusia didalam sebuah dimensi ruang dan waktu di masa lalu.

Baca juga: Cara Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah

Singkatnya objek dari penelitian sejarah itu adalah apa yang pernah dipikirkan, dikatakan, dirasakan, atau dialami pada masa lampau di suatu tempat tertentu.

Sejarah mempunyai 4 tahapan dalam metode penelitannya, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.

Sejarah Sebagai Kisah

Kisah sejarah adalah sebuah hasil penelitian oleh sejarawan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sejarah dapat dikategorikan sebagai kisah sejarah apabila kisah yang telah terjadi dan diceritakan di masa lampau telah diteliti menggunakan metode penelitian sejarah.

Sehingga, sejarah bukan merupakan kisah yang sembarangan atau mengada-ada. Melainkan sebuah kisah yang benar-benar terjadi, diteliti, dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui hasil penelitian tersebut.

Kisah sejarah tidak sama dengan kisah dongeng maupun novel.

Sejarah Sebagai Seni

Sejarah sebagai seni berkaitan erat dengan berbagai cara peyampaian kisah sejarah dalam bentuk tulisan.

Sejarah membutuhkan imajinasi dan juga didalamnya melibatkan emosi dengan gaya bahasa yang khas sehingga kisah sejarah yang disampaikan menjadi jauh lebih menarik dan tidak terkesan kaku.

Baca juga: Cara Berpikir Diakronik dalam Mempelajari Sejarah

Fakta sejarah akan menjadi lebih hidup, menarik, dan bermakna apabila didalamnya melibatkan imajinasi.

Kaitan Sejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni

Didalam sebuah sejarah, peristiwa, ilmu, kisah dan seni memiliki peran yang penting sekali dan saling berkaitan satu sama lain.

Adanya peran sebagai peristiwa, ilmu, kisah, dan seni membuat hasil dari karya penulisan sejarah menjadi lebih baik dan menarik untuk dibaca. Berikut diagram perumpaannya:

Kaitan Antara Sejarah Sebagai peristiwa, ilmu, kisah, dan seni

Demikian penjelasan mengenai ruang lingkup sejarah, baik sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai seni.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita mengenai ruang lingkup sejarah.

Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com