rumus payback period

Rumus Payback Period

Diposting pada

Rumus Payback Period | sebuah istilah yang tidak asing di telinga kita, khususnya saat mempelajari seputar ekonomi. Lalu apa itu Rumus Payback Period?, pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu payback period.

Mungkin diantara teman-teman sekalian ada yang sudah mengetahui bahkan paham tentang Rumus Payback Period, sehingga pada pembahasan kali ini kita akan mengulas lagi apa itu Rumus Payback Period.

Pengertian Payback Period

Payback period adalah suatu metode pengembalian sebuah modal investasi yang dikeluarkan pada jumlah tertentu, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek dalam jangka waktu tertentu.

Didalam bahasa Indonesia istilah payback period dapat diartikan sebagai pengembalian modal. Istilah ini biasa dipakai oleh para investor atau pengusaha sebagai penentu dalam pengambilan sebuah keputusan suatu investasi.

Para investor atau pengusaha menggunakan metode ini untuk membuat pertimbangan dalam menginvestasikan modalnya kepada suatu proyek tertentu. Sehingga umumnya para investor mempertimbangkan periode ia mendapatkan keuntungan kembali dari suatu proyek tertentu.

Sebagian besar pengusaha atau investor cenderung lebih tertarik pada proyek yang periode pengembaliannya lebih cepat dibandingkan dengan yang lama.

Menurut Bambang Riyanto metode yang digunakan dalam pengembalian suatu modal yang telah dikeluarkan oleh investor adalah metode Proceeds (Aliran Kas Netto).

Pengertian Payback Period Menurut Para Ahli

  1. Pengertian Payback Period menurut Bambang Riyanto adalah periode yang dibutuhkan untuk menutupi kembali modal yang telah dikeluarkan dalam investasi dengan menggunakan Proceeds (Aliran Kas Netto).
  2. Pengertian Payback Period menurut Abdul Choliq adalah periode pengembalian modal investasi yang telah dikeluarkan pada perusahan dalam jangka waktu tertentu. Pengembalian modal dilakukan melalui keuntungan yang didapatkan dari suatu proyek yang disepakati.
  3. Pengertian Payback Period menurut Dian Wijayanto adalah suatu periode yang butuhkan untuk dapat menutup kembali pengeluaran dari investasi atau dikenal juga dengan istilah initial cash investment.

Rumus Payback Period dan Cara Menghitungnya

Berikut rumus payback period dan cara menghitungnya:

1. Cara Menghitung Payback Period

Cara menghitung payback period adalah dengan cara membagikan cost of invesment (nilai investasi) dengan annual net cash flow (aliran kas bersih yang masuk pertahunnya)

2. Rumus Payback Period

  1. Rumus pengembalian aliran kas per tahun yang jumlahnya sama
    Payback Period = (investasi awal) / (arus kas) x 1 tahun
    Periode pengembalian lama : tidak layak
    Periode pengembalian cepat : layak
    Proyek investasi ini ditentukan dari periode pengembalian modal tercepat.
  2. Rumus pengembalian aliran kas pertahun yang jumlahnya tidak sama
    Payback Period = n + (a-b) /(c-b) x 1 Tahun
    Ket:
    n : Tahun terakhir jumlah arus kas belum bisa menutupi modal investasi awal.
    a : Jumlah investasi awal.
    b : Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
    c : Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n + 1

Contoh Soal Payback Period

Soal cerita: Suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri membeli mesin untuk produksi seharga Rp. 170 juta, dengan keuntungan bersih yang didapatkan pertahunnya sebesar Rp. 30 juta.

Pertanyaan: Berapa payback period dalam pengeluaran investasi berupa mesin produksi perusahaan tersebut?

Penyelesaian:
Diketahui:
Nilai investasi = Rp. 170.000.000,-
Kas masuk bersih pertahun = Rp. 30.000.000,-
Hasil jawaban:
Payback period= nilai investasi / kas masuk bersih
Payback period= Rp. 170.000.000,-/Rp. 30.000.000,-
Payback period= 5,66

Dapat disimpulkan bahwa payback period yang diperoleh perusahaan tersebut adalah sebesar 5,66/tahun.

Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com