Sejarah Perkembangan Uang Di Indonesia

Diposting pada

Uang merupakan alat tukar yang digunakan pada zaman sekarang oleh hampir seluruh orang di dunia. Hal tersebut membuat sejarah uang menjadi semakin berkembang hari dari masa ke masa, termasuk perkembangan sejarah uang di Indonesia.

Pada kesempatan ini akan kita bahas mengenai sejarah uang dan berbagai hal yang berkaitan lainnya.

Sejarah Uang

Macam-macam koin logam

Tahukah kamu bahwa dahulu sekali sebelum uang ada, manusia melakukan transaksi ekonomi dengan cara barter? Barter ialah sistem transaksi dua pihak dengan cara  tukar menukar barang dengan barang, atau jasa dengan barang. Keuntungan barter berdasarkan asas manfaat. Dahulu seorang petani padi jika ingin makan ikan laut, berarti ia harus menukar padi hasil panennya dengan ikan hasil tangkapan nelayan.

Sistem Barter

Lalu bagaimana jika kamu hanya memiliki kambing, tetapi membutuhkan buah kelapa dan ketela? Mungkin saja kamu akan merasa keberatan jika menukarkannya kan? Hal itu karena nilai seekor kambing yang lebih tinggi dari pada ketela dan buah kelapa. Karena kelemahan sistem barter yang tidak memiliki standar nilai yang jelas inilah, manusia merasa kesulitan untuk bertransaksi dengan cara barter.

Kemudian untuk mengatasi kesulitan tersebut, manusia mulai membuat alat tukar berupa barang berharga, seperti emas, kerang, kulit binatang, dan berlian. Jika membutuhkan barang yang diinginkan, manusia hanya perlu menukarkan uang barang tersebut.

Seiring perubahan zaman, karena bentuknya yang kurang praktis untuk dibawa dalam jumlah banyak dan nilai uang barang yang tidak sama, membuat manusia melakukan inovasi terhadap material uang. Mereka mengubahnya dengan material dari logam dan kertas, seperti yang kita temui sekarang ini. Ketentuan nilai nominalnya pun juga sesuai kesepakatan.

Uang merupakan alat tukar menukar dalam kegiatan jual beli yang diterima secara umum, memiliki nilai nominal atau satuan, dan materialnya terbuat dari kertas atau logam. Tahukah kamu bahwa rupiah Indonesia yang kita gunakan sehari-hari juga mempunyai sejarah dalam perkembangannya? Berikut proses perkembangan rupiah di Indonesia sejak awal merdeka hingga sekarang.

A. Uang pada periode awal kemerdekaan  (1945-1965)

Setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945, fungsi uang semakin penting untuk menunjang perekonomian negara. Selain penting sebagai alat pembayaran, uang juga memiliki fungsi lain, antara lain sebagai lambang kedaulatan bangsa dan sarana memperkenalkan negara Indonesia yang baru kepada dunia internasional.

Sebelum merdeka, uang yang beredar di Indonesia ialah uang kertas De Javasche Bank, gulden Hindia Belanda, Dai Nippon dan Dai Nippon Teikoku Seibu saat pendudukan Jepang.

Kemudian Menteri Keuangan saat itu membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia pada 7 November 1945. Panitia tersebut dipimpin oleh T.R.B. Sabaroedin dan bertugas membuat desain rupiah dan menyediakan berbagai bahan untuk pembuatannya. Proses pencetakannya melalui Percetakan Republik Indonesia, Salemba.

Kemudian pada bulan Januari 1946, pemerintah Indonesia bisa mencetak rupiah untuk pertama kali berupa pecahan 100, 5, 10, dan 25 rupiah. Akan tetapi, saat itu uang Jepang dan Hindia Belanda masih beredar di tengah masyarakat. Karenanya melalui pidato di RRI Yogyakarta tanggal 29 Oktober 1946, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta mengumumkan bahwa mulai tanggal 30 Oktober 1946 telah terbit dan berlaku Oeang Repoeblik  Indonesia (ORI) sebagai mata uang resmi negara Indonesia yang berdaulat.

Oeang Republik Indonesia (ORI)

Pada saat Indonesia berbentuk RIS, pemerintah menarik peredaran uang ORI dan menggantinya dengan uang De Javasche Bank. Uang tersebut berlaku hingga tanggal 17 Agustus 1950 ketika NKRI terbentuk kembali. Pada periode 1951-1952 pemerintah membuat kebijakan “Gunting Sjafrudin” untuk menyedot uang yang beredar terlalu banyak. Caranya ialah menggunting bagian kiri kemudian dapat ditukar dengan rupiah baru cetakan De Javasche Bank.

Rupiah Seri RIS

Pada saat itulah De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia dan bertindak sebagai Bank Sentral. Dan tanggal 1 Juli 1953 merupakan hari hari lahir Bank Indonesia. Setelah Bank Indonesia berdiri, rupiah yang belaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah RI ialah terbitan Kementrian Keuangan RI dan terbitan Bank Indonesia. Kementrian keuangan menerbitkan uang kertas dan logam pecahan di bawah Rp5, dan Bank Indonesia menerbitkan pecahan Rp5 ke atas.

Yuk baca: Tips Mendapat Uang Jajan Tambahan Untuk Pelajar

B. Periode orde baru (1966-1998)

Dalam sejarah uang di Indonesia pada periode ini, banyak terjadi perubahan kebijakan dalam hal keuangan. Pada periode ini pengaturan masalah keuangan berdasarkan pada UU No. 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral. Menurut peraturan tersebut, hanya Bank Indonesia memiliki hak tunggal untuk mengeluarkan rupiah dari kertas dan logam sebagai pembayaran yang sah.

Pada periode ini, rupiah yang dicetak memiliki nilai nominal atau satuan yang lebih berinovasi dan beragam. Pada periode ini, Bank Indonesia banyak mencetak rupiah dengan nilai nominal yang lebih bervariasi. Selain berbahan kertas, Bank Indonesia juga mengeluarkan koin logam untuk pertama kali pada tanggal 1 januari 1971. koin logam tersebut terdiri dari pecahan Rp1,00; Rp2,00; Rp5,00.

Pada tahun 1975 Bank Indonesia mengeluarkan rupiah pecahan Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00. Di tahun 1980-an Bank Indonesia juga mengeluarkan pecahan Rp100,00; Rp500,00. Kemudian pada tahun 1990-an awal Bank Indonesia juga mencetak pecahan Rp20.000,00 dan Rp50.000,00.

Rp1.000,00 tahun 1975

C. Periode reformasi (1999-2008)

Setelah gerakan reformasi, lembaga perbankan mengalami penataan kembali dan beberapa perubahan. Menurut UU No. 23/1999, Bank Indonesia masih tetap menjadi bank sentral independen yang memiliki tugas dan fungsi yang sama seperti sebelumnya. Kemudian peraturan tersebut diubah menjadi UU No. 3 tahun 2004. Pada periode ini, Bank Indonesia banyak membuat desain uang kertas baru.

Pada tahun 1999 Bank Indonesia mengeluarkan pecahan baru uang kertas Rp100.000,00. Lalu pada tahun 2000 Bank Indonesia menerbitkan pecahan Rp1.000,00 yang bercirikan gambar Kapitan Pattimura dan gambar pulau Maitara dan Tidore.

Pecahan pertama Rp100.000,00 tahun 1999

Seiring waktu karena maraknya kejahatan pemalsuan rupiah, Bank Indonesia mulai menerapkan sistem pengamanan yang lebih baik pada rupiah terbitannya. Selain itu, pembaruan desain tersebut lebih memudahkan tunanetra untuk dapat mengenalinya dengan cara meraba.

Dengan mengetahui sejarah perkembangan uang yang kita gunakan sehari-hari ini, kita sebagai penggunanya tidak hanya bisa menggunakan dan menghabiskan uang yang kita dapatkan saja. Namun juga mengetahui latar belakang sejarah dan perkembangan uang di Indonesia. Demikian, semoga bermanfaat.

Baca juga: Manfaat mengelola Keuangan Pribadi dengan Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.