Sistem Ekonomi Dunia Yang Masih Eksis Hingga Saat Ini

Diposting pada

Daftar Macam Sistem Ekonomi Yang Masih Eksis Di Dunia Hingga Saat Ini –Usia peradaban manusia ribuan tahun diiringi dengan perkembangan ekonomi. Awal mula ketika manusia saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengenal uang, sampai timbul beragam transaksi saat ini. Ekonomi menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Kehidupan ekonomi manusia awalnya berupa transaksi-transaksi sederhana dalam kehidupan manusia. Kemudian berkembang dan semakin kompleks sehingga banyak hal saling terkait. Sehingga terbentuk suatu sistem dari berbagai macam teori yang muncul. Ekonomi, layaknya politik, merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial.

Pembelajaran Tentang Sistem Ekonomi 

Sistem berarti susunan dari banyak pandangan, teori, perangkat, yang saling berkaitan satu sama lain membentuk ciri khas. Dalam pola pembelajaran sistem ekonomi, keterkaitan yang membentuk ciri khas tersebut terjadi di bidang ekonomi. Mulai dari saat manusia mengenal uang hingga saat ini, ada beberapa sistem ekonomi yang muncul di sepanjang peradaban manusia.

Daftar Sistem Ekonomi Yang Masih Eksis Di Dunia

Sistem Ekonomi Yang Masih Eksis Di Dunia

Menurut sejarah, sistem ekonomi mulai dikenal setelah abad ke 15 Masehi. Sebelumnya, transaksi ekonomi terjadi secara spontan tanpa ada yang memetakannya sebagai suatu fenomena menarik. Sampai munculah teori ekonomi kapitalis, sosialis, dan sistem ekonomi campuran yang ingin mengakomodasi keduanya. Lalu sistem apa yang masih eksis sekarang?

1. Sistem Ekonomi Dominan Kapitalisme

Lahir dan dibesarkan dari rahim individualisme, sistem ekonomi kapitalis masih eksis hingga saat ini. Sistem yang memberi hak pada setiap pribadi untuk bebas berkreasi dan menguasai pasar ini mendorong individu menjadi orang kaya. Jika tidak mampu menguasai pasar berarti harus siap dengan konsekuensinya: kalah persaingan. 

Kelebihan sistem kapitalis ini adalah mampu mendorong manusia untuk bersaing secara bebas. Harga yang terbentuk pada produk barang dan jasa masuk ke pasar bebas sehingga tergantung pada hukum permintaan dan penawaran. Orang-orang yang mampu bersaing dan menguasai pasar cenderung dominan, hal ini menimbulkan dampak negatif.

Ketika persaingan dikuasai oleh pihak tertentu saja, maka orang kaya semakin kaya dalam sistem ekonomi kapitalis. Sementara orang yang tidak mampu bersaing atau menguasai pasar semakin miskin. Seiring waktu, timbul kesenjangan luar biasa antara orang kaya dan orang miskin. Kesenjangan ini memicu berbagai tindakan kriminal yang akhirnya berbahaya di masyarakat.

Akhirnya, terjadi banyak penyesuaian terhadap konsep kapitalisme. Hingga saat ini banyak negara yang bertahan dengan sistem ini setelah melakukan penyesuaian. Misalnya ketika pemerintah melakukan penetapan harga barang atau jasa tertentu yang harganya tidak terkendali. Termasuk munculnya berbagai kebijakan ekonomi yang mengatur agar persaingan pasar bebas tetap berlangsung secara sehat.

2. Sistem Ekonomi Dominan Sosialisme

Sistem Ekonomi Dominan Sosialisme

Sistem ekonomi sosialisme pertama kali lahir di negara-negara yang menganut sosialisme di bidang politik.Pada sistem ini menganut prinsip sama rata sama rasa. Keadilan ditegakkan dengan persamaan jumlah kekayaan dan kebijakan pemerintah digunakan untuk menerapkan prinsip tersebut. Kepemilikan tertinggi dimiliki oleh negara dan individu sangat dibatasi.

Dalam konsep ekonomi sosialisme, tidak ada kesenjangan yang terlalu dalam antara orang kaya dengan orang miskin. Karena pemerintah mengendalikan jumlah kepemilikan dan mampu merampas kekayaan rakyat yang dianggap melampaui batas. Kekurangan dari sistem ini adalah kreativitas manusia cenderung terbatas.

3. Sistem Ekonomi Dominasi Islam

Sistem ekonomi Islam dianggap baru bangkit setelah tahun 1970an. Namun sejatinya sistem ekonomi ini sudah diterapkan sejak 1400 tahun lalu di masa Rasulullah saw masih hidup. Prinsip yang dianut sistem ini berdasarkan pada dalil Al Quran dan Hadits. Apa yang menurut kedua sumber dalil tersebut dibolehkan maka bisa diterapkan dalam kehidupan manusia.

Sebaliknya, jika terdapat dalil yang melarang konsep transaksi tertentu, maka sistem ini berusaha menghindarinya. Saat ini belum ada negara yang menyatakan ekonominya secara penuh menggunakan sistem Islam. Namun konsep keuangan berdasarkan prinsip Islam mulai diterim ahampir seluruh negara di dunia.

4. Gabungan Sistem Ekonomi 

Gabungan Sistem Ekonomi

Gabungan beberapa sistem disebut sebagai sistem ekonomi campuran, sistem inilah yang paling banyak diterapkan negara-negara di dunia. Hampir tidak ada negara yang menerapkan sistem politik atau ekonomi secara murni seperti teori sistem tersebut pertama muncul. Ada banyak penyesuaian sesuai dengan perkembangan zaman, ideologi dan teknologi.

Seperti di Indonesia, secara umum dapat dianggap menganut sistem kapitalis. Tapi melihat kebijakan pemerintah yang kadang menjunjung tinggi prinsip persama-rataan, ada kecenderungan ke arah sosialis. Di sisi lain, ideologi pancasila yang tidak condong kepada kedua ideologi tersebut turut  mewarnai berjalannya ekonomi Indonesia.

Sementara itu Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di dunia sangat mengapresiasi perkembangan sistem ekonomi Islam. Hal ini tampak pada banyaknya kebijakan dan regulasi yang dibuat untuk mendukung sistem keuangan berbasis syariah. Jika keadaan ini berlangsung lebih lama, tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi kiblat keuangan Islam dunia.

Demikianlah daftar beberapa sistem ekonomi yang masih eksis hingga saat ini. Keberadaan berbagai sistem sebagai acuan teori sesungguhnya tidak banyak berpengaruh pada transaksi ekonomi di masyarakat. Namun sangat mempengaruhi kebijakan dan iklim politik yang diciptakan oleh pemerintah negara setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.