Apa itu Sklera ? | Bagian, Manfaat, Gangguan, dan Cara Menjaganya

Mata merupakan salah satu dari sistem indera manusia yang digunakan untuk melihat sekitar. Didalam mata terdapat bola yang biasa disebut bola mata, didalam bola mata terdapat bagian berwarna putih yang disebut sklera.

Apa Itu Sklera?

bagian sklera mata

Sklera adalah salah satu bagian pada bola mata berupa selaput putih yang berwarna putih, bertekstur keras, berserat dan tidak tembus cahaya. Selain itu bagian ini juga bersifat elastis dan mengadung kolagen.

Baca: Mengenal 5 Sistem Indera Manusia

Sklera yang terdapat pada mata manusia hampir keseluruhannya berwarna putih sehingga nampak kontras dengan bagian iris yang berwarna. Akan tetapi bagian mata satu ini juga dapat bisa tidak terlihat berwarna putih pada beberapa mamalia lainnya. Hal ini karena warna pada sklera sama dengan warna iris matanya.

Apa Fungsi Sklera?

Sklera berfungsi untuk melindungi bagian penting yang ada pada mata seperti lensa mata dan retina, selain itu juga befungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata.

Sklera sendiri terbentuk dari jaringan ikat dan ditutupi oleh selaput bening yang biasa disebut konjungtiva. Konjungtiva merupakan bagian bola mata berupa selaput bening yang berfungsi untuk melumasi mata.

Bagian-Bagian Sklera

Selaput putih pada bola mata ini juga terdiri dari beberapa bagian yaitu:

1. Episklera

Episklera adalah jaringan ikat longgar yang letaknya tepat dibawah bagian konjungtiva. Lapisan ini tipis dan transparan dan melapisi bagian putih pada mata.

2. Lamina Fusca

Lamina fusca merupakan bagian yang terletak pada bola mata dan terdiri dari serat yang bersifat elastis.

Gangguan Umum pada Sklera

Ada beberapa gangguan umum yang terjadi pada sklera akibat kurangnya menjaga kesehatannya. Gangguan tersebut dapat mengurangi bahkan menggangu fungsi mata.

1. Skleritis

Skleritis adalah suatu penyakit berupa peradangan pada sklera yang biasa terjadi pada bagian depan atau belakang bola mata.

Secara pasti penyebab kemunculan penyakit ini belum diketahui, akan tetapi munculnya penyakit ini kerap dikaitkan dengan penyakit autoimun. Diantara penyakit autoimun yaitu rheumatoid arthritis.

Penyakit radang sklera ini dalam beberapa kasus dapat disebabkan juga oleh adanya infeksi dan kelainan pada jaringan ikat.

Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh skleritis seperti mata merah, nyeri berat mata, mata berair, kaburnya penglihatan, serta mata menjadi sensitif dan silau terhadap cahaya.

2. Pinguecula dan Pterygium

Pinguecula adalah suatu penyakit berupa selaput berwarna kuning atau kemerahan, tumbuhnya benjolan atau adanya kemerahan sepanjang kelopak mata.

Penyakit Pinguecula dapat menutupi sebagian dari bagian mata yang disebut sklera. Apabila pingeucula sudah melebar sampai menutupi bagian pupil pada mata maka disebut pterygium.

Pada umumnya penyakit yang satu ini terjadi pada orang yang matanya sering debu, angin, sinar matahari, atau secara berkepanjangan biasa mengalami mata kering.

Penyakit ini biasanya jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Namun, jika tidak ditangani dengan cepat maka dapat menutupi bagian pupil mata. Tentunya kondisi tersebut dapat menggangu penglihatan mata.

Pinguecula dapat memunculkan beberapa gejala diantaranya mata terasa kemasukan benda asing atau berpasir, sensasi terbakar pada area mata, dan mata akan terlihat seperti kemerahan.

3. Episkleritis

Episkleritis adalah penyakit berupa peradangan yang terjadi pada bagian jaringan selaput yang membungkus sklera mata.

Penyebab episkleritis ini hampir sama dengan skleritis, dimana belum diketahui secara pasti.

Pada umumnya, penyakit ini dialami oleh orang-orang yang menderita beberapa penyakit karena peradangan. Diantara penyakit karena peradangan tersebut misalnya lupus, radang sendi, dan penyakit crohn.

Efek yang ditimbulkan dari peradangan ini adalah mata terlihat iritasi, merah, dan kering. Selain itu seseorang yang mengalami penyakit ini akan merasa tidak nyaman dan perih.

4. Perubahan Warna pada Sklera

Pada umumnya sklera yang sehat adalah berwarna putih. Akan tetapi pada beberapa kondisi warna tersebut dapat berubah.

Misalnya pada saat adanya peningkatan billirubin, maka sklera akan terlihat berwarna kekuningan. Kondisi naiknya billirubin tersebut biasa terjadi pada orang yang mempunyai penyakit hati.

Sklera juga bisa berubah menjadi warna kebiruan dan terlihat seperti ada titik-titik hitam. Umumnya gejala seperti ini disebut ocular, dan biasa disebabkan karena adanya kelainan pada genetik.

Selain kelainan genetik, mata kebiruan juga dapat disebabkan oleh penyakit langka yang biasa disebut osteogenesis imperfecta.

Perubahan yang terjadi pada warna mata ini biasanya tidak memunculkan keluhan lainnya. Akan tetapi munculnya bintik mata berwarna hitam atau kecokelatan serta terjadi keluhan lain seperti perubahan bentuk mata atau nyeri ini bisa menjadi berbahaya karena bisa disebabkan oleh kanker mata melonoma.

Cara Menjaga Kesehatan Sklera Mata

Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan sklera mata agar terhindar dari berbagai gangguan mata lainnya, yaitu:

  1. Saat beraktivitas dibawah terik sinar matahari menggunakan kaca mata hitam
  2. Menggunakan alat pelindung mata saat beraktivitas dengan lingkungan bersuhu panas, debu dan angin.
  3. Mengkonsumsi makanan bergizi untuk mata seperti buah-buahan, sayuran, dan sebagainya.
  4. Mengurangi waktu menatap layar gadget dan komputer. Hal tersebut karena dapat membuat mata lelah dan kering.
  5. Memeriksakan mata secara rutin ke dokter, minimal 2 tahun sekali

Demikian penjelasan mengenai apa itu sklera, manfaat, bagian-bagian, gangguan-gangguan dan cara menjaga kesehatannya. Semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :