Suka Main TikTok? Perhatikan Ini Supaya Data Pribadimu Tidak diretas

Media sosial bak dua mata pisau yang saling berlawanan. Diperlukan kebijaksanaan sebagai pemakainya supaya data tidak diretas di tiktok dan sosial media lainnya.

Berbagai dampak media sosial, bisa mempunyai manfaat dan kegunaan yang sangat besar . Tetapi juga dapat mempunyai dampak negatif serta kerugian. Kamu harus berhati-hati terhadap ponselmu karena banyak oknum yang ingin menjalankan niat jahat mereka.

Bagi kamu yang suka berjoget ria. Kamu pasti tak asing lagi dengan aplikasi TikTok. Aplikasi video yang berdurasi pendek serta memuat lagu dan efek yang lucu. Aplikasi ini digandrungi mayoritas anak remaja.

Tapi apakah kamu tau data pribadi kamu bisa diretas pihak TikTok?
Dalam sebuah penelitian TikTok pernah dikatakan rentan keamanannya oleh sebuah perusahaan keamanan siber di Israel, penelitian tersebut dilakukan terhadap keamanan penggunaan TikTok.

Kemudian, didapatkan hasil bahwa TikTok memiliki kerentanan serius yang memungkinkan peretas untuk memanipulasi data pengguna dan mengungkapkan informasi pribadi penggunanya. Hal ini menimbulkan beberapa perspektif ragu, serta kekhawatiran.

Tanggapan dari Pihak Tiktok

Beberapa saat kemudian, pihak TikTok telah menanggapi. Kerentanan dari sistem TikTok yang ditemukan Check Point telah diperbaiki oleh TikTok dalam versi terbarunya.

“TikTok berkomitmen untuk melindungi data pengguna,” kata anggota tim keamanan TikTok Luke Deshotels, seperti dikutip New York Times, Rabu (8/1/2020).
Sumber: kompas.com

Informasi lain dari pihaknya, TikTok juga akan segera merilis laporan bertajuk Tiktok Transparency Report untuk kenyamanan para penggunanya. Hal itu dilakukan untuk menjaga kepercayaan para pengguna.

Selain itu, Pihak TikTok juga mengaku memiliki tim khusus untuk mengawasi keamanan siber, serta praktik privasi dan keamanan data.

Tahukah Kamu Resiko bila Data Pribadi seseorang Diretas ?

Belakangan ini sering kita mendengar kasus pencurian data pribadi, namun tak pernah tahu risiko dari dicurinya data tersebut. Kemudian, analis keamanan siber menyebut bahwa data pribadi seseorang yang dicuri, kini bisa digunakan untuk mengajukan permintaan pinjaman online dengan identitas orang lain.

Baca: 8 Tips Hidup Sukses dan Bahagia – Anak Muda Pasti Bisa!

Dimana Data Pribadi Diperjualbelikan?

Perlu kamu ketahui, bahwa setiap detil data pribadi seseorang dapat dijual bebas di pasar gelap dark web. Bahkan ada opnum yang menyediakan panduan soal bagaimana pinjaman ini bisa diajukan di berbagai belahan dunia.

Selain itu, data tersebut bisa disalah gunakan oleh peretas untuk melakukan penipuan online menggunakan identitas yang dicuri ini. Misalnya pembobolan kartu rekening.
Bahayanya uang hasil kerja kerasmu bisa langsung lenyap seketika.

Tips Meminimalisir Peretasan Identitas Pribadi di Media Sosial

gambar bermain facebook

Lantas sebagai masyarakat. Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah seseorang memakai data diri pribadi kita untuk tindakan kriminal? Berikut beberapa tipsnya :

1. Perhatikan Saat Menginstall Aplikasi

Perhatikanlah petujuk penggunaann komunitas dan tata caranya. Jangan malas membacanya sobat, jangan langsung memencet tombol allowed.

2. Perhatikan saat melakukan Update Aplikasi baru maupun Lama

Perhatikan apa perbedaannya, penggunaannya bagaimana, izin untuk mengaksesnya juga perlu diperhatikan. Sekali lagi, jangan malas membaca.

3. Jangan Menggunakan Data Pribadi Asli untuk Dipublish

Disarankan jangan terlalu mengungkapkan siapa dirimu di media sosial. Karena banyak orang asing yang tidak kamu kenal secara pribadi.

4. Atur Akun Pribadimu menjadi Lock (Kunci Akun)

Agar kamu bisa mengontrol siapa saja yang bisa bolehkan untuk melihat akses media sosialmu.

5. Gunakan Password Unik untuk Media Sosial

Disarankan untuk tidak memakai password yang sama yang berhubungan dengan email atau hal-hal yang penting.

6. Memilih dalam Membuat Konten

Sebelum kamu mengeshare momen-momen bahagia kamu, lakukan pemikiran saring dulu baru sharing. Jangan sampai kamu malah sengaja menyebar data pribadimu.

7. Jangan Ragu untuk Report (Laporkan) Aplikasi

Jika kamu mendapati kejanggalan di aplikasi tersebut, jangan ragu untuk melakukan report ke penyedia aplikasi.

Demikian penjelasan supaya data pribadimu tidak diretas di sosial media, semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin hati-hati saat bersosmed.

Bagikan Artikel melalui :