Tingkat Organisme Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi secara Lengkap

Setiap organisme kehidupan yang dipelajari di Biologi memiliki tingkatannya masing-masing. Mulai dari yang paling sederhana seperti molekul hingga tingkatan yang paling tinggi dan kompleks seperti biosfer.

Baca juga: Pengertian Biologi

Berikut urutan tingkatan organisme kehidupan beserta penjelasannya secara lengkap:

1. Molekul

Molekul DNA
Molekul DNA

Molekul adalah suatu kumpulan atom yang dihubungkan oleh ikatan kimia. Atom sendiri adalah unit terkecil penyusun suatu materi.

Baik makhluk hidup maupun benda tak hidup seperti plastik semuanya terususun atas atom. Kemudian berbagai atom tersebut akan dihubungkan dengan ikatan kimia untuk menyusun sebuah molekul.

Baca juga: Klasifikasi Makhluk Hidup

Tubuh makhluk hidup disusun atas molekul utama berupa makromolekul. Makro = besar, jadi makromolekul adalah kumpulan dari molekul yang memiliki ukuran besar dan mempunyai banyak atom, misalnya protein. Makromolekul sendiri tersusun atas monomer-monomer dan mempunyai banyak atom.

Didalam tubuh manusia terdapat 4 jenis makromolekul yaitu: protein, karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Nantinya makromolekul tersebut akan menyusun suatu unit terkecil dari kehidupan.

2. Sel

Sel Manusia

Sel adalah unit fungsional terkecil yang menyusun suatu makhluk hidup. Akan tetapi sel berbeda dengan atom, karena atom adalah unit terkecil penyusun suatu materi baik yang hidup maupun tak hidup. Sedangkan sel hanya menyusun suatu makhluk hidup.

Baca juga: Pengertian Sel secara Lengkap dan Mudah

Walaupun sel disebut sebagai unit fungsional terkecil pada makhluk hidup akan tetapi sel bukan kajian paling sederhana dalam biologi. Ada yang jauh lebih sederhana dari sel yaitu molekul.

Sel sendiri mengandung banyak molekül organik. Molekül organik sendiri adalah molekul yang didalamnya mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O2). Nantinya molekul tersebut akan membentuk organel serta berbagai struktur sel lainnya, seperti membran sel dan dinding sel.

Sel mempunyai banyak sekali organel. Masing-masing organelnya sendiri mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Ada organel yang berperan sebagai penghasil energi, ada juga yang berperan dalam proses fotosintesis, ada yang berperan untuk mensintesis atau membentuk makromolekul dan ada juga yang berperan untuk mengontrol aktivitas didalam sel.

Akan tetapi tidak semua sel memiliki organel. Sel pada makhluk hidup ada yang bersifat prokariotik dan ada yang bersifat eukariotik.

Baca juga: Pengertian Sel Prokariotik | Pengertian Sel Eukariotik

Pro sendiri artinya sebelum, sehingga dapat diartikan bahwa sel prokariotik adalah sel yang tidak maupun belum memiliki organel, contohnya sel bakteri.

Sebaliknya, eu artinya sejati, sehingga eukariotik dapat diartikan sebagai sel yang sudah mempunyai organel sel sejati. Akan tetapi walaupun sel bakteri tidak memiliki organel dan bersifat uniseluler (tersusun atas 1 sel) sel bakteri tetap mampu melakukan aktivitas-aktivitas sel untuk mendukung kehidupannya.

Jika pada manusia yang bersifat sel eukariotik masing-masing sel tersebut saling berbagi tugas satu sama lain. Fungsi maupun tugas sel yang ada didalam tubuh manusia berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama. Tujuan dari sel yang ada didalam tubuh manusia adalah untuk mendukung kehidupan kita.

Sel yang mempunyai fungsi yang sama dapat membentuk tingkat organisasasi kehidupan yang lebih kompleks yaitu jaringan.

3. Jaringan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang saling bekerjasama untuk suatu fungsi secara spesifik atau fungsi yang sama.

Umumnya karena memiliki fungsi yang sama maka berbagai sel penyusun suatu jaringan juga mempunyai struktur yang hampir sama.

Jaringan Penyusun Tubuh

Jaringan Otot

Tidak semua jaringan tersusun atas sel yang sama. Misalnya pada jaringan saraf yang tersusun atas neuron dan sel neuroglia (sel glia), keduanya memiliki struktur yang berbeda-beda, akan tetapi keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai penghantar impuls didalam tubuh. Sehingga keduanya dapat membentuk suatu jaringan saraf.

Adanya jaringan saraf membuat manusia dapat merasakan rasa sakit saat dicubit atau marah saat ada sesuatu yang memancing emosi.

Jaringan sendiri merupakan tingkat organisasi kehidupan yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan sel. Hal tersebut karena jaringan tersusun atas kumpulan sel yang memiliki fungsi yang sama.

Selain dari jariangan saraf didalam tubuh manusia juga terdapat tiga jaringan utama lainnya yaitu:

  1. Jaringan otot
  2. Jaringan ikat
  3. Jaringan epitel

Jaringan epitel sendiri tersusun atas berbagai sel epitel yang terususun secara rapat. Sehingga dapat membentuk struktur yang dapat melindungi dan melapisi rongga tubuh manusia. Jaringan epitel sendiri dapat ditemukan pada kulit manusia.

Baca juga: Pengertian Jaringan Epitel secara Lengkap

Epitel yang terdapat pada kulit mamalia juga mengalami adanya keratinisasi (anti terhadap air) termasuk juga kulit manusia.

Jaringan otot tersusun atas kumpulan sel yang dapat berkontraksi serta berelaksasi sehingga dapat memungkinkan adanya pergerakan didalam tubuh manusia. Salah satu tipe dari jaringan otot adalah jaringan rangka, yang melekat pada rangka tubuh manusia. Sehingga dapat membuat tulang yang ada pada tubuh manusia untuk bergerak.

Jaringan ikat mempunyai fungsi sebagai penghubung antara jaringan saraf, epitel, dan otot. Jaringan ikat ini memiliki jenis yang bermacam-macam, bahkan darah dan tulang juga termasuk bagian dari jaringan ikat.

Jaringan Utama Penyusun Tumbuhan

Ada banyak sekali jaringan yang menyusun tumbuhan. Pada dasarnya ada tiga jaringan utama pada tumbuhan yaitu:

  1. Jaringan epidermis
  2. Jaringan pengangkut
  3. Jaringan dasar.

Jarigan epidermis hampir sama dengan jaringan epitel yang terdapat pada hewan. Bahkan keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai pelindung jaringan yang ada dibawahnya dan tersusun atas sel-sel yang rapat.

Jaringan pengangkut atau biasa disebut jaringan pembuluh terdiri dari xilem dan floem. Fungsinya adalah untuk mengangkut air, mineral, nutrien, serta berbagai hasil dari fotosintesis ke seluruh bagian tubuh pada tumbuhan.

Baca juga: Fotosintesis: Pengertian, Proses, Fungsi, Faktor, dan Hasil

Jaringan dasar (ground tissue) secara umum mirip dengan jaringan ikat yang ada pada hewan. Fungsi dari jaringan ini adalah untuk mengisi ruang yang ada diantara jaringan epidermis dan jaringan pembuluh (pengangkut).

Jaringan dasar juga memiliki peran sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis serta sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan.

Jaringan Tumbuhan Berdasarakan Kemampuan Membelah

Berdasarkan kemampuan jaringan tumbuhan dalam membelah, terbagi menjadi 2 macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan pemanen (dewasa).

Jaringan meristem terususun atas kumpulan sel yang aktif mengalami pembelahan, sel-sel tersebut belum mempunyai fungsi yang lebih spesifik. Sehingga belum dapat diketahui apakah fungsinya untuk fotosintesis atau sebagai jaringan pengangkut dan sebagainya.

Karena jaringan meristem ini aktif mengalami pembelahan, jaringan meristem berperan penting dalam pertumbuhan tanaman.

Jaringan meristem sendiri dapat kita temukan pada ujung akar maupun pada ujung batang pada tanaman. Sehingga aktivitas pada jaringan meristem yang ada diujung akar dan ujung batang tersebut yang menyebabkan tanaman dapat bertambah panjang atau bertambah tinggi.

Jaringan permanen (dewasa) terususun atas sekumpulan sel yang sudah tidak akif lagi membelah. Akan tetapi jaringan ini sudah mempunyai fungsi yang spesifik, artinya fungsinya sudah jelas dan dapat diketahui. 

4. Organ

Organ adalah sekumpulan jaringan yang saling bekerjasama untuk menjalankan suatu fungsi secara spesifik. Organ merupakan bagian tubuh yang bertanggung jawab terhadap suatu fungsi tertentu.

Organ terdiri atas kumpulan dari jaringan. Bahkan dalam satu organ dapat ditemukan empat jaringan utama penyusun tubuh makhluk hidup secara sekaligus.

Jaringan yang terususun dan membentuk organ saling bekerjasama satu sama lain untuk menunjang fungsi dari suatu organ. 

Organ-Organ Vital Pada Tubuh Manusia

Misalnya pada jantung, jantung merupakan organ yang mempunyai peranan dalam memompa darah ke seluruh bagian tubuh manusia.

Organ Jantung
Organ Jantung

Akan tetapi jaringan organ jantung tidak akan mungkin dapat terbentuk tanpa adanya jaringan otot jantung yang melakukan kontraksi, jaringan epitel yang menyelubungi lumen (rongga jantung), jaringan saraf yang berperan dalam stimulasi kerja jantung, dan jaringan ikat yang berupa perikardium yang menyelubungi bagian luar pada jantung.

Jantung sendiri bukan organ satu-satunya penyusun tubuh manusia. Ada juga paru-paru yang terletak di bagian kanan dan kiri pada jantung yang ada di rongga dada manusia dan dilindungi oleh rusuk. Fungsi dari paru-paru adalah sebagai rongga pernapasan.

Selain paru-paru ada juga otak yang berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas tubuh manusia. Lalu ada juga hati yang berfungsi untuk detoksifikasi racun dan memastikan tubuh memiliki sumber energi yang cukup.

Serta ada juga ginjal yang berfungsi untuk membentuk urin dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh manusia.

Beberapa Organ pada Tubuh Manusia Beserta Fungsinya

  1. Lambung (mencerna makanan)
  2. Usus halus (menyerap nutrisi)
  3. Usus besar (membentuk feses dan mengeluarkan sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh)
  4. Kulit (melindungi tubuh dari berbagai macam hal yang ada disekitar)

Selain dari organ-organ yang ada pada tubuh manusia, terdapat juga organ yang ada pada tubuh tumbuhan dan organisme lainnya.

Baca jugaPengertian Tumbuhan (plantae) secara lengkap

5. Sistem Organ

Sistem Saraf

Sistem organ adalah sekumpulan organ-organ tubuh yang bekerja untuk fungsi tertentu. Karena merupakan sekumpulan organ maka sistem organ merupakan organisasi kehidupan yang jauh lebih kompleks dari organ.

Sistem Organ Pada Tubuh Manusia

  1. Sistem Pencernaan
  2. Sistem Sirkulasi
  3. Sistem Ekskresi
  4. Sistem Respirasi
  5. Sistem Saraf
  6. Sistem Endokrin
  7. Sistem Rangka
  8. Sistem Gerak
  9. Sistem Reproduksi
  10. Sistem Imun
  11. Sistem Integumen

Sistem pencernaan yang berfungsi untuk mencerna, menyerap nutrien, maupun mengeluarkan sisa makanan.

Sistem sirkulasi yang betanggung jawab untuk memompa darah serta mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Sistem sirkulasi ini memiliki kaitan yang erat dengan sistem respirasi. 

Sistem respirasi bertanggung jawab untuk proses pertukaran udara dan menyediakan kebutuhan oksigen bagi tubuh manusia.

Sistem ekskresi berfungsi untuk mengeluarkan berbagai zat sisa metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh dan juga racun. Selain bagian dari sistem respirasi paru-paru juga termasuk bagian ekskresi ini.

Sistem saraf berfungsi untuk mengontrol kerja pada tubuh manusia. Sehingga berbagai sistem lainnya yang ada pada tubuh manusia dapa bekerja dengan baik karena adanya sistem saraf.

Sistem endokrin yang berperan untuk kerja tubuh. Namun sistem saraf mengontrol kerja tubuh dengan memanfaat impuls, sedangkan sistem endokrin mengontrol kerja tubuh dengan cara mensekresikan hormon.

Sistem integumen berperan untuk melindungi tubuh, mengontrol suhu tubuh, serta memberi tubuh fasilitas dalam menanggapi rangsangan.Seperti berkeringat saat kepanasan.

Sistem rangka berfungsi untuk memberi bentuk pada postur tubuh, memfasilitasi pergerakan, dan juga sebagai tempat penyimpanan berbagai mineral penting.

Sistem rangka juga memiliki kaitan yang erat dengan sistem gerak, khususnya pada otot. Hal tersebut disebabkan karena otot sendiri merupakan alat gerak aktif, sedangkan rangka tubuh adalah alat gerak pasif. Sehingga keduanya saling berkaitan satu sama lain dalam pergerakan tubuh manusia.

Sistem Imun berfungsi untuk menjaga tubuh agar tidak mudah sakit.

Sistem reproduksi sendiri dibagi menjadi dua yaitu sistem reproduksi pada laki-laki dan sistem reproduksi pada perempuan.

Sistem reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel gamet yaitu sel spermatozoa dan sel telur. Sistem ini berperan penting dalam menjaga keberlangsungan suatu spesies serta mencegah spesies dari kepunahan.

6. Organisme

Organisme adalah makhluk hidup tunggal. Contohnya sebatang pohon mangga, seekor kucing, dan seorang manusia.

Baca juga: Pengertian animalia (hewan) secara lengkap

Ciri dan Syarat Suatu Makhluk Hidup

  1. Makhluk hidup tersusun atas sel
  2. Aktif melakukan metabolisme secara mandiri
  3. Mengalami pertumbuhan dan perkembangan
  4. Mampu berkembang biak
  5. Menanggapi rangasanan (iritabilitas)
  6. Mampu beradaptasi dengan lingkungan

Baca juga: 9 Ciri Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya

Kebutuhan Dasar Organisme

  1. Udara 
  2. Air
  3. Nutrien (makanan)
  4. Energi
  5. Habitat (tempat hidup)

Namun, ada beberapa organisme yang tidak membutuhkan 5 kebutuhan dasar tersebut seperti organisme anaerob yang tidak membutuhkan oksigen untuk kehidupannya.

Organisme dapat dibedakan menjadi 2 yaitu organisme uniseluler dan organisme multiseluler.

Uni artinya satu maksudnya adalah organisme uniseluler hanya tersusun atas satu sel misalnya bakteri. Sedangkan multi artinya banyak maksudnya organisme multiseluler tersusun atas banyak sel seperti manusia.

Organisme merupakan organisasi kehidupan yang lebih kompleks dibandingkan dengan sistem organ. Hal tersebut karena sistem organ akan menyusun suatu organisme.

7. Populasi

Populasi
Populasi

Populasi adalah sekumpulan organisme sejenis yang menempati suatu area atau wilayah tertentu pada waktu tertentu.

Populasi merupakan tingkat organisasi kehidupan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan organisme.

Populasi sendiri terbagi menjadi 2 yaitu populasi lokal dan populasi keseluruhan spesies.

Populasi lokal adalah populasi suatu spesies pada skala kecil. Sedangkan populasi keseluruhan spesies adalah populasi dengan skala yang lebih luas.

Spesies merupakan sekumpulan organisme yang memiliki kemiripan secara genetik maupun fisik serta dapat saling berkembang biak untuk menghasilkan keturunan yang fertil.

Organisme dalam satu spesies hanya mirip bukan sama persis, contohnya setiap manusia yang ada di dunia ini tergolong pada spesies yang sama akan tetapi manusia tiadak sama persis antara satu sama lainnya.

Organisme-organisme tersebut berkumpul di area yang sama serta dalam waktu yang sama untuk membentuk populasi lokal.

Populasi manusia yang ada di suatu daerah tertentu dinamakan populasi lokal, sedangkan populasi manusia yang ada di bumi meliputi keseluruhan manusia.

Jumlah dari suatu populasi dapat diketahui dengan melalui adanya program sensus yang biasa dilakukan setiap tahunnya.

Selain faktor tempat ada juga faktor waktu yang mempengaruhi populasi. Misalnya populasi manusia pada tahun 2009 dengan populasi manusia pada tahun 2015 tetunya berbeda.

8. Komunitas

Komunitas adalah sekumpulan populasi yang mendiami suatu area atau wilayah tertentu. Atau pengertian komunitas adalah kumpulan makhluk hidup dari jenis berbeda pada suatu area atau lokasi tertentu.

Didalam komunitas seluruh makhluk hidup saling berinteraksi salah satunya berupa rantai makanan.

Rantai makanan adalah peristiwa memakan dan dimakan pada interaksi makhluk hidup. Misalnya rusa memakan daun, lalu rusa dimakan oleh harimau, setelah harimau mati bangkainya dimakan oleh mikroorganisme.

9. Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara faktor biotik dan faktor abiotiknya.

Ekosistem merupakan tingkat organisasi kehidupan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan komunitas.

Saat membahas komunitas, kita akan membahas tentang interaksi antar makhluk hidup saja. Sedangkan saat mempelajari ekosistem kita akan mempelajari tentang interaksi makhluk hidup juga akan mempelajari tentang benda-benda tak hidup disekitarnya.

Singkatnya ekosistem mempelajari hubungan antara faktor biotik dan faktor abiotik.

Biotik sendiri segala sesuatu yang hidup dan terdapat pada didalam suatu ekosistem. Segala sesuatu yang hidup tersebut dapat berupa organisme multiseluler maupun uniseluler.

Abiotik adalah segala sesuatu yang tidak hidup dan berada didalam suatu ekosistem. Seperti batu, suhu, tanah dan lain sebagainya.

Didalam suatu ekosistem masing-masing faktor biotik maupun abiotik saling berinteraksi, misalnya ikan memerlukan sumber cahaya untuk memberikan stimulasi metabolisme tubuhnya dan membutuhkan oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan air untuk dapat bernapas.

Jenis-Jenis ekosistem berdasarkan Kadar Airnya

  1. Ekosistem Terestrial
  2. Dan Ekosistem Akuatik

Ekosistem akuatik adalah ekosistem yang melibatkan kadar air yang mendominasi didalamnya.

Contoh sistem akuatik adalah danau, kolam, sungai, terumbu karang dan lain sebagainya.

Ekosistem terestrial adalah ekosistem yang didominasi sedikit air didalamnya. Pada ekosistem terestrial organisme bernapas dengan menghirup oksigen. Contoh ekosistem terestrial seperti sawah dan lain sebagainya.

Selain jenis ekositem berdasarkan kadar airnya terdapat jenis ekosistem berdasarkan faktor lainnya seperi udara, dan cahaya.

10. Bioma

Bioma adalah area yang ada dipermukaan bumi dengan kondisi lingkungan yang mirip serta dihuni oleh makhluk hidup yang mirip pula.

Meskipun ekosistem dan bioma sama-sama terdiri dari komponen biotik dan abiotik namun keduanya berbeda. 

Bioma dapat terbentuk dari kumpulan ekosistem dengan kondisi lingkungan dan makhluk hidup yang mirip.

Contoh bioma adalah hutan hujan tropis, didalamnya terdapat ekosistem hutan, ekosistem sungai, maupun kolam.

Jenis-Jenis Bioma

  1. Bioma Terestrial
  2. Bioma Akuatik

Bioma terestrial dapat dibedakan dengan iklim dan jenis vegetasi, sedangkan bioma akuatik dapat dibedakan dengan jenis air.

Macam-Macam Bioma Terestrial

  1. Taiga (hutan boreal)
  2. Bioma peluruh (Deciduous Temperate Forest)
  3. Bioma hutan hujan temperate
  4. Bioma hutan hujan tropis
  5. Bioma padang rumput (stepa)
  6. Bioma sabana 
  7. Bioma chapparal (semak belukar)
  8. Bioma gurun

Macam-Macam Bioma Akuatik

  1. Bioma air tawar (memiliki kadar garam rendah)
  2. Bioma air laut (memiliki kadar garam tinggi).

11. Biosfer

Biosfer adalah bagian dari bumi tempat makhluk hidup berada atau bagian dari bumi dimana ada kehidupan.

Makhluk hidup sendiri dapat kita temukan di tanah, udara, maupun air. Hal tersebut membuat bahasan tentang biosfer juga meliputi litosfer, atmosfer dan hidrosfer.

Lito = bebatuan, sedangkan sfer atau ‘spehere’ = Bidang. Berarti listosfer adalah bidang atau bagian dari bumi yang berupa tanah atau bebatuan. Contoh litosfer adalah gunung.

Atmo= uap air, sehingga atmosfer adalah bagian dari bumi yang didalamnya mengandung uap air. Atmosfer sendiri merupakan lapisan udara yang berada diatas litosfer. 

Hidro= air, sehingga hidrosfer adalah bagian dari bumi yang didalamnya mengandung air atau tersusun atas air. Seperti sungai, danau, laut, air tanah dan air hujan.

Bagikan Artikel melalui :